Kasus HIV/AIDS pada Remaja Adalah Realistis
Libido tidak bisa diganti dengan kegiatan yang bukan seksual

Oleh : Syaiful W Harahap | 11 Agu 2026, 21:32:44 WIB | 👁 364 Lihat
Kesehatan
Kasus HIV/AIDS pada Remaja Adalah Realistis

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber: hopeacrosstheglobe.org)


Oleh: Syaiful W Harahap*

RADARMEDAN.com - “Meningkatnya persentase kasus HIV pada remaja lebih pada gaya hidup dalam tatanan kehidupan sosial yang buruk. Kebebasan berperilaku seperti seks bebas dan narkoba adalah faktor yang dominan remaja terjangkit HIV. Merasa diri masih muda dan sehat tidak mungkin akan tertular penyakit. Mengikuti gaya hidup remaja zaman sekarang karena takut dianggap tidak gaul dan cupu.”

Pernyataan di atas ada dalam artikel Hadi Kartini “Tatanan Sosial Yang Buruk, Menyuburkan HIV Pada Remaja” (mandailingonline.com, 3 Agustus 2026).

Pernyataan di atas tidak akurat, karena:

Pertama, kasus HIV/AIDS pada remaja adalah realistis karena pada usia remaja libido (KBBI: nafsu berahi yang bersifat naluri) sangat tinggi dan perlu penyaluran. Libido berupa dorongan seksual tidak bisa diganti atau disubsitusi dengan kegiatan lain selain melalui kegiatan yang terkait dengan aktivitas seksual.

Celakanya, informasi tentang cara-cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS sejak Indonesia mengakui HIV/AIDS ada di Indonesia (1987) selalu berbau moralistis yang dibumbui dan dibalut dengan norma dan agama yang justru menenggelamkan fakta (medis) tentang HIV/AIDS.

Yang sampai ke masyarakat hanya mitos (anggapan yang salah) tentang HIV/AIDS. Misalnya, mengait-ngaitkan penularan HIV/AIDS dengan seks pranikah, zina, pelacuran, seks menyimpang, LSL, homoseksual dan lain-lain.

Padahal, secara empiris penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual bisa terjadi karena kondisi saat terjadi hubungan seksual, baik di dalam maupun di luar nikah, yaitu: salah satu atau kedua pasangan mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom. Ini fakta (medis)!

Kedua, pemakaian frasa ‘seks bebas’ juga ngawur karena tidak jelas apa yang dimaksud dengan ‘seks bebas.’ Kalau ‘seks bebas’ diartikan sebagai zina, maka sama sekali tidak ada kaitan antara ‘seks bebas’ dengan risiko penularan HIV/AIDS karena penularan terjadi karena kondisi saat terjai hubunga seksual baik di dalam maupun di luar nikah.

Sepasang anak manusia yang melakukan ‘seks bebas’ dengan status HIV-negatif, maka tidak ada risiko penularan HIV/AIDS.

Sebaliknya, dalam ikatan pernikah yang sah bisa terjadi penularan HIV/AIDS jika salah satu, misalnya suami, mengidap HIV/AIDS.

Dalam “Laporan Tahunan dan Triwulan HIVPIMS 2024” yang dipublikasikan oleh HIV AIDS PIMS Indonesia menunjukkan dari tahun 2019 – 2024:

  • Ibu hamil (Bumil) terdeteksi HIV-positif: 26.642
  • Ibu hamil (Bumil) terdeteksi positif sifilis: 28.149
  • Bayi <18 bulan HIV-positif: 511
  • Bayi <18 bulan lahir dari ibu positif sifilis: 1.859

Data ini menunjukkan suami ibu-ibu hamil yang terdeteksi HIV-positif dan positif sifilis melakukan hubungan seksual berisiko di luar pernikah mereka.

Ketiga, apakah benar remaja paling banyak melakukan hubungan seksual berisiko? Studi Kemenkes mencatat hingga akhir tahun 2012 ada 6,7 juta pria Indonesia yang menjadi pelanggan PSK, sehingga pria menjadi kelompok yang paling berisiko tinggi untuk menyebarkan HIV/AIDS (bali.antaranews.com, 9/4/2013). Yang bikin miris 4,9 juta di antara 6,7 juta pria itu mempunyai istri. Itu artinya ada 4,9 juta istri yang berisiko tertular HIV/AIDS dari suaminya.

Keempat, kasus HIV/AIDS pada remaja ada di terminal terakhir epidemi HIV/AIDS karena mereka tidak mempunyai pasangan tetap, dalam hal ini istri. Yang jadi persoalan besar pada epidemi HIV/AIDS adalah kasus HIV/AIDS pada suami karena mereka punya istri sehingga ada risiko penularan secara horizontal kepada istrinya.

Jika istrinya tertular HIV/AIDS, maka ada pula risiko penularan HIV/AIDS secara vertikal ibu-ke-bayi yang dikandungnya, terutama saat persalinan dan menyusui dengan air susu ibu (ASI).

Matriks: Penyebaran HIV/AIDS Melalui Laki-laki Heteroseksual dan Biseksul Dibanding Gay dan Pelajar. (Foto: Dok/AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap)

Kelima, dalam Laporan Eeksekutif Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I Tahun 2025, kasus AIDS tentang Situasi HIV AIDS dan PIMS Tahun 1987 sampai dengan Maret 2025:  Persentase kasus HIV s/d Maret 2025 berdasarkan kelomok umur:

  • 25-49 tahun: 69
  • 20-24 tahun: 17
  • ≥50 tahun: 8

Kasus HIV/AIDS banyak terdeksi pada kalangan usia 25-49 tahun karena mereka bekerja menerima gaji sehingga mereka punya uang untuk membeli seks. Celaknya, informasi yang mereka terima tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS hanya mitos. Bahkan, lebih celaka lagi belakangan ini ramai di Indonesia menyebut kasus HIV/AIDS pada LSL (Lelaki Suka Seks Lelaki) sehingga laki-laki yang merasa bukan LSL tidak takut lagi melakukan hubungan seksual berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.

Ada lagi pernyataan: Seperti seks bebas, selama tidak ada yang merasa keberatan maka tidak ada hukum yang bisa menjerat. Padahal seks bebas merupakan penyumbang tertinggi penularan HIV. Membudayanya kebebasan yang mengikuti hawa nafsu semacam ini karena adanya jaminan secara tidak langsung atas nama Hak Azazi Manusia (HAM).

Frasa ‘seks bebas merupakan penyumbang tertinggi penularan HIV’ menyesatkan karena penularan HIV/AIDS dengan faktor risiko hubungan seksual bukan karena sifat hubungan seksual (seks bebas), tapi karena kondisi saat terjadi hubungan seksual di dalam atau di luar nikah, seperti di sebutkan di atas.

Disebutkan dalam artikel: Melalui kewajiban dan sanksi yang diterapkan dalam sistem Islam maka masalah HIV bisa diberantas sampai tuntas.

Apakah di negara-negara yang menjadikan agama sebagai dasar negara tidak ada kasus HIV/AIDS?

Tetap ada!

Selama informasi tentang cara-cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS hanya mitos, maka selama itu pula insiden infeksi HIV baru akan terus terjadi.

Sejatinya sudah ada ‘vaksin AIDS’ (yang benar vaksin HIV, tapi untuk memudahkan pemahaman khalayak di pakai ‘vaksin AIDS’) yaitu informasi yang akurat tentang cara-cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS yang berpijak pada fakta medis. [*]

* Syaiful W Harahap adalah penulis buku: (1) PERS meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan dan The Ford Foundation, Jakarta, 2000 (ISBN 979-416-627-8); (2) Kapan Anda Harus Tes HIV?, LSM InfoKespro, Jakarta, 2002 (ISBN 979-96905-0-1); (3) AIDS dan Kita, Mengasah Nurani, Menumbuhkan Empati, tim editor, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2014 (ISBN 978-602-231-192-8); (4) Menggugat Peran Media dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, YPTD, Jakarta, 2022 (ISBN 978-623-5631-25-7); (5) 70 Tahun Syaiful W. Harahap Sepanjang Karir Menggeluti Berita HIV/AIDS (IWP MEDIA PUBLISHING, Jakarta, 2025 – QRCBN 62-6099-2529-730). (Kontak via e-mail: infokespro@yahoo.com).


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas