Risiko Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Bukan Karena Seks Bebas Lagi pula frasa seks bebas adalah istilah yang ngawur
Oleh : Syaiful W Harahap | 12 Agu 2026, 08:13:04 WIB | 👁 314 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Penularan HIV/AIDS. (Sumber: vawnet.org)
Oleh: Syaiful W Harahap*
RADARMEDAN.com – “Hari AIDS Sedunia dan Edukasi tentang Bahaya Seks Bebas sebagai Penyebab Utama HIV/AIDS” Ini judul artikel di klikdokter.com, 1 Desember 2024.
Judul artikel di atas termasuk sebagai misleading (menyesatkan) karena penyebab, yang tepat cara penularan atau faktor risiko, HIV/AIDS bukan karena sifat hubungan seksual, dalam hal ini ‘seks bebas,’ tapi karena kondisi saat terjadi hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal) di dalam atau di luar nikah, yaitu:
- salah satu atau kedua pasangan tersebut mengidap HIV/AIDS
- laki-laki tidak memakai kondom selama terjadi hubungan seksual
Lagi pula frasa ‘seks bebas’ adalah istilah yang ngawur karena dijadikan padanan ‘free sex’ yang justru tidak ada di kosa-kata Bahasa Inggris. Di kamus-kamus Bahasa Inggris tidak ada laman ‘free sex.’
Yang ada di kamus-kamus Bahasa Inggris, seperti The Advanced Learner's Dictionary of Current English, Oxford University Press, London, 1963: laman yang ada adalah 'free love' yaitu hubungan seksual tanpa ikatan nikah.
Selain itu istilah ‘seks bebas’ hanya menyasar remaja, padahal kalau ‘seks bebas’ diartikan sebagai zina pada hubungan seksual di luar nikah, seperti zina dan pelacuran, maka yang paling banyak melakukan hal itu justru kalangan dewasa.
Lihat saja ketika masih ada lokalisasi atau Lokres pelacuran pengunjung yang paling banyak justru kalangan dewasa yang sebagian di antaranya sudah berusia lanjut (Lansia).
Studi Kemenkes mencatat hingga akhir tahun 2012 ada 6,7 juta pria Indonesia yang menjadi pelanggan PSK, sehingga pria menjadi kelompok yang paling berisiko tinggi untuk menyebarkan HIV/AIDS (bali.antaranews.com, 9/4/2013). Yang bikin miris 4,9 juta di antara 6,7 juta pria itu mempunyai istri. Itu artinya ada 4,9 juta istri yang berisiko tertular HIV/AIDS dari suaminya.
Dari beberapa perilaku seksual berisiko di bawah ini jelas tidak ada kaitannya dengan ‘seks bebas,’ yaitu: hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal) di dalam atau di luar nikah yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS dan PIMS, yaitu:
(1). Laki-laki atau perempuan dewasa melakukan hubungan seksual dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom di dalam nikah dengan pasangan yang berganti-ganti karena bisa saja salah satu mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS dan PIMS,
(2). Laki-laki atau perempuan dewasa melakukan hubungan dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti karena bisa saja salah satu mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS dan PIMS,
(3). Laki-laki dewasa melakukan hubungan seksual penetrasi dengan kondisi tanpa memakai kondom dengan perempuan yang sering ganti pasangan, yaitu pekerja seks, karena bisa saja salah satu pekerja seks tersebut mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS dan PIMS,
Pekerja seks sendiri dikenal ada dua tipe, yaitu:
(a). Pekerja seks langsung adalah pekerja seks yang kasat mata yaitu pekerja seks yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan. Tapi, sekarang lokalisasi pelacuran sudah pindah ke media sosial dengan transaksi melalui telepon seluler (Ponsel).
(b). Pekerja seks tidak langsung adalah pekerja seks yang tidak kasat mata yaitu pekerja seks yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), pekerja seks high class, cewek prostitusi online, pekerja seks online, dan lain-lain. Ini ada di media sosial dengan transaksi melalui telepon seluler (Ponsel).
(4). Laki-laki dewasa melakukan hubungan seksual penetrasi (anal) tanpa kondom dengan Waria karena bisa saja salah satu Waria tersebut mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS dan PIMS,
Sebuah studi di Kota Surabaya, Jawa Timur, tahun 1990-an menunjukkan pelanggan Waria kebanyakan laki-laki yang mempunyai istri. Mereka jadi ‘perempuan’ (ditempong) sedangkan Waria jadi ‘laki-laki’ (menempong). Ini membuat risiko penularan HIV/AIDS dan PIMS kian tinggi. Laki-laki beristri memilih seks anal dengan Waria agar tidak mengingkari cinta dengan istrinya karena tidak terjadi hubungan penis ke vagina.
(5). Perempuan dewasa melakukan hubungan seksual penetrasi dengan gigolo pada kondisi gigolo tidak memakai kondom karena bisa saja salah satu dari gigolo tersebut mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS dan PIMS.
Dalam artikel disebutkan: 1. Kurangnya edukasi seksual - Banyak masyarakat (bukan masyarakat, tapi warga-Pen.), terutama generasi muda, tidak mendapatkan edukasi seksual yang komprehensif. Akibatnya, mereka tidak memahami risiko hubungan seksual yang tidak aman.
Judul artikel ini sendiri menyesatkan. Sejak pemerintah mengakui ada HIV/AIDS di Indonesia (1987) yang diumbar terkait HIV/AIDS adalah: zina, pelacuran dan homoseksual.
Belakangan dinas-dinas kesehatan mengumbar LSL (Lelaki Suka Seks Lelaki) tapi menggelapkan fakta bahwa ada LSL yang punya istri dan anak sehingga mereka bukan gay dengan orientasi seksual sebagai homoseksual. LSL yang diumbar itu sejatinya adalah: laki-laki heteroseksual dengan perilaku LSL.
Padahal, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC-Centers for Disease Control and Prevention) AS menyebut LSL merupakan kelompok yang beragam dalam hal perilaku, identitas, dan kebutuhan perawatan kesehatan. Istilah “LSL” sering digunakan secara klinis untuk merujuk pada perilaku seksual semata, tanpa memandang orientasi seksual (misalnya, seseorang mungkin mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual tetapi masih diklasifikasikan sebagai LSL). (cdc.gov - 2021).
Maka, laki-laki pengidap HIV/AIDS yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia tidak otomatis gay dengan orientasi seksual sebagai homoseksual (secara seksual tertarik kepada sesama jenis) karena ternyata mereka mempunyai istri. Sejatinya gay tidak tertarik kepada perempuan, maka yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia adalah laki-laki heteroseksual dengan perilaku LSL.
Pada akhirnya, orang-orang, terutama laki-laki dewasa, yang merasa dirinya tidak melakukan zina (tapi ganti-ganti pasangan), tidak ke pelacuran dan tidak LSL abaikan seks aman yang membuat mereka berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.
Dalam “Laporan Tahunan dan Triwulan HIVPIMS 2024” yang dipublisikan oleh “HIV AIDS PIMS Indonesia” (Kemenkes) menunjukkan secara nasional dari tahun 2019 – 2024:
Ibu hamil (Bumil) terdeteksi HIV-positif: 26.642
Ibu hamil (Bumil) terdeteksi positif sifilis: 28.149
Bumil itu tertular HIV atau sifilis dari suami mereka yang melakukan perilaku seksual berisiko di luar pernikahan mereka.
Selama informasi tentang HIV/AIDS melalui KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) dibalut dan dibumbui dengan norma, moral dan agama, maka selama itu pula yang sampai ke masyarakat hanya mitos (anggapan yang salah) tentang HIV/AIDS.
Contohnya, mengaitkan ‘seks bebas’ dengan penularan HIV/AIDS. Ketika sepasang anak manusia melakukan ‘seks bebas’ dengan kondisi keduanya HIV-negatif, maka tidak ada risiko penularan HIV/AIDS. [*]
* Syaiful W Harahap adalah penulis buku: (1) PERS meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan dan The Ford Foundation, Jakarta, 2000 (ISBN 979-416-627-8); (2) Kapan Anda Harus Tes HIV?, LSM InfoKespro, Jakarta, 2002 (ISBN 979-96905-0-1); (3) AIDS dan Kita, Mengasah Nurani, Menumbuhkan Empati, tim editor, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2014 (ISBN 978-602-231-192-8); (4) Menggugat Peran Media dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, YPTD, Jakarta, 2022 (ISBN 978-623-5631-25-7); (5) 70 Tahun Syaiful W. Harahap Sepanjang Karir Menggeluti Berita HIV/AIDS (IWP MEDIA PUBLISHING, Jakarta, 2025 – QRCBN 62-6099-2529-730). (Kontak via e-mail: infokespro@yahoo.com).
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .