Kutipan Ceramahnya Picu Polemik, Jusuf Kalla Dilaporkan Ratusan Massa ke Polda Sumut
Oleh : Radar Medan | 14 Apr 2026, 21:57:24 WIB | 👁 118 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Sumatera Utara (AMSU) mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) pada Selasa (14/4/2026).
RADARMEDAN.COM - Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Sumatera Utara (AMSU) mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) pada Selasa (14/4/2026).
Kedatangan massa ini bertujuan untuk melaporkan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), atas dugaan tindak pidana penistaan agama dan penyebaran berita bohong.
Massa AMSU yang turut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Horas Bangso Batak (HBB), Satgas HBB, Pemuda Marga Silima, dan Pemuda Peduli Nias, menilai isi ceramah Jusuf Kalla telah menyinggung perasaan umat Kristen dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Laporan tersebut secara resmi dibuat oleh perwakilan aliansi bernama Dikson Panjaitan (49) dan telah diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut dengan Nomor: STTLP/B/579/IV/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 14 April 2026.
Kutipan Ceramah yang Dipersoalkan
Polemik ini bermula dari beredarnya potongan video ceramah Jusuf Kalla saat menjadi narasumber di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu. Video tersebut kemudian viral dan banyak dibagikan di platform media sosial seperti Facebook, TikTok, dan YouTube.
Dalam laporannya, pelapor menyoroti narasi JK mengenai konflik beragama di Poso dan Ambon. Adapun kutipan ceramah yang dinilai melanggar hukum berbunyi:
"Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik, kayak di Poso, Ambon. Karena kedua duanya Islam dan Kristen berpendapat mati, menewaskan orang atau mematikan orang atau mati syahid, semua pihak Kristen juga berpikiran begitu, kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid, kalau saya mati, sayapun syahid. Akhirnya susah berhenti konfliknya."
Bantahan Terhadap Konsep 'Syahid'
Ketua Umum HBB, Lamsiang Sitompul, SH didampingi Sekretaris MUKI Sumut Dedy Mauritz Simanjuntak, Hasudungan Siahaan, SH serta pelapor lainnya, membantah keras narasi yang dilontarkan oleh Jusuf Kalla tersebut.
"Kita melaporkan akun yang berisi pernyataan dari Jusuf Kalla yang pada pokoknya menyatakan di Kristen itu ada syahid," ujar Lamsiang kepada wartawan.
Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia wilayah Sumut, Dedy Mauritz Simanjuntak menyampaikan dalam ajaran Kristen sama sekali tidak dikenal konsep membunuh orang lain untuk mendapatkan pahala atau status syahid. Ia menegaskan bahwa kekristenan mengajarkan konsep mati martir, seperti yang dialami keduabelas murid Yesus.
"Yang dikenal dalam kekristenan adalah mati martir, yakni rela menderita demi mempertahankan kebenaran. Di Kristen, kita diajarkan kasihilah sesamamu, kasihilah musuhmu, dan mendoakan orang yang membenci kita," jelasnya meluruskan pernyataan JK.
Tuntutan Keadilan Hukum
Kuasa hukum yang juga ketua HBB, Lamsiang Sitompul meminta pihak kepolisian agar memproses laporan ini secara adil, profesional, dan mengedepankan kesetaraan penegakan hukum tanpa membedakan status sosial atau kelompok tertentu. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 17 laporan serupa di berbagai daerah terkait pernyataan Jusuf Kalla tersebut.
Pelapor Dikson Panjaitan mendesak agar kasus ini segera diproses sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya Pasal 300, 301, 263, 264, dan 243 terkait penistaan agama.
Sementara itu, perwakilan massa lainnya, Hasudungan Siahaan, menegaskan bahwa aksi pelaporan ini murni didasari atas keberatan umat dan sama sekali tidak memiliki muatan politik apa pun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan atau klarifikasi resmi dari pihak Jusuf Kalla terkait gelombang pelaporan yang ditujukan kepadanya. Kepolisian Polda Sumut diperkirakan akan segera menelaah laporan tersebut untuk langkah penyelidikan selanjutnya.(HM)
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .