Bupati Pakpak Bharat Warning Pimpinan OPD Tingkatkan Komitmen Pencegahan Korupsi
Oleh : Radar Medan | 11 Jun 2021, 21:48:27 WIB | 👁 1765 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Bupati Pakpak Bharat Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan komitmen dalam hal pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan instansi masing-masing. Hal ini di sampaikan dihadapan Muhammad Janathan, Koordinator Tim Komisi pemberantasan Korupsi Wilayah Sumatera Utara dalam acara “monitoring dan evaluasi MCP, penertiban asset serta optimalisasi PAD” di Aula Balai Sada Arih Komplesk panorama Indah Sindeka, Jumat (11/06/2021).
"Ini adalah penekanan penuh bagi kita semua, para Pimpinan OPD untuk selalu mawas diri dan menghindari tindakan melawan hukum termasuk tindakan korupsi. Kegiatan hari ini adalah sebagi bentuk penguatan komitmen kita untuk bersama-sama mencegah korupsi, lakukan terus evaluasi sistem dan laporan keuangan kita, "ungkap Bupati dalam sambutannya.
Komisi pemberantasan Korupsi melalui Koordinator wilayah Sumatera Utara sengaja datang ke Pakpak Bharat guna mengevaluasi dan melaksanakan “Monitoring Center Prevention (MCP 2021 Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Muhammad Janathan selaku Penanggung jawab Wilayah Sumatera Utara hadir bersama koleganya di KPK Yuli Kamalia.
Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Sahat Banurea, S.Sos, M.Si dalam acara ini juga memaparkan capaian MCP Pakpak Bharat 2020 yakni sebesar 65,34 %. Selain itu Kepala Dinas Kesehatan Pakpak Bharat dr.Thomas, MM juga menjelaskan rincian dan urian pencegahan dan penanganan pandemic Covid 19 di Wilayah Pakpak Bharat.
M. Janathan dalam arahannya antara lain sangat memuji kondisi geogerafis Pakpak Bharat yang berbukit-bukit dan menurutnya sangat indah.
"Saya terus terang sangat suka dengan kondisi alam Kabupaten ini, tadi sebelum sampai di tempat ini kami sebenarnya sempat nyasar sampai Wilayah Aceh, sangat jauh dan melelahkan. Tapi ini juga adalah bagian dari pada tugas kami, pengalaman dari masa lampau ternyata team Penindakan KPK pernah sampai ke Wilayah ini, oleh karenanya saya ingatkan bapak dan ibu sekalian bahwa tidak ada tempat yang tidak tersentuh, dimana ada indikasi korupsi dan penyelewengan keuangan Negara, kami Komisi Pemberantasan Korupsi pasti akan hadir di sana, "ungkap Janathan dalam arahannya.
Saat ini di KPK lebih menitik beratkan pada pencegahan korupsi dari pada penindakan, ada tujuh tindak pidana korupsi yang sering terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah diantaranya praktek jual beli jabatan, benturan kepentingan dalam hal pengadaan barang dan jasa, gratifikasi dan lain sebagainya.
"Saya melihat Bupati kita saat ini dikelilingi oleh personil yang bagus, punya team yang mumpuni, kalau bisa MCP nya ditingkatkan sampai sekitar 80 % tentu akan sangat bagus,"katanya .(MB /PR)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .