Dana CU Rp28 Miliar Lenyap, Ratusan Jemaat Paroki Aek Nabara Kembali Geruduk BNI Rantauprapat
Oleh : Radar Medan | 15 Apr 2026, 21:38:13 WIB | 👁 54 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Ratusan jemaat kembali turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa di depan Kantor BNI Cabang Rantauprapat, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Labuhanbatu, pada Rabu (15/5/2026).
RADARMEDAN.COM, RANTAUPRAPAT – Nasib nahas yang menimpa tabungan Credit Union (CU) Gereja Katolik Paroki Aek Nabara memicu aksi protes lanjutan. Ratusan jemaat kembali turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa di depan Kantor BNI Cabang Rantauprapat, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Labuhanbatu, pada Rabu (15/5/2026).
Kedatangan massa kali ini masih membawa tuntutan yang sama: meminta kejelasan nasib dana tabungan gereja senilai lebih dari Rp28 miliar yang dilaporkan hilang di bank pelat merah tersebut.
Berbagai poster kecaman dibentangkan oleh para peserta aksi. Tulisan seperti “Boikot BNI”, “BNI Penipu”, hingga “BNI Mana Uang Kami” mewarnai jalannya demonstrasi. Aksi ini turut dipimpin oleh sejumlah tokoh agama setempat, di antaranya Suster Natalia Situmorang, Pastor Ino, dan Frater Frits Sinaga, yang bergantian berorasi dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, Frater Frits Sinaga melontarkan sindiran tajam terhadap kredibilitas bank tersebut. Ia mendesak pihak bank untuk segera menunjukkan iktikad baik dan menyelesaikan persoalan ini.
“Bertanggung jawablah BNI. Kalau tidak bertanggung jawab, berarti BNI bukan Bank Negara Indonesia melainkan Bank Nipu Indonesia!” tegas Frater Frits yang langsung disambut riuh teriakan “Kembalikan uang kami” dari para jemaat.
Sementara itu, Suster Natalia Situmorang menyoroti dampak sosial yang harus ditanggung jemaat akibat hilangnya dana tersebut. Ia menyebut bahwa uang miliaran rupiah itu bukanlah angka semata, melainkan hasil keringat jemaat selama puluhan tahun yang dipersiapkan untuk masa depan, terutama pendidikan anak.
“Coba buka mata kalian lebar-lebar. Orang tua di sini sedang berjuang agar anak mereka minimal bisa tamat SMA. Ini uang dari tetesan keringat dan air mata, tapi sekarang hilang begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban dari pimpinan BNI. Siapapun pimpinannya, turun dan temui kami,” ungkapnya penuh kekecewaan.
Pimpinan BNI Diperiksa Polda Sumut
Setelah aksi berlangsung memanas selama lebih dari dua jam, pihak BNI akhirnya menemui massa. Dua staf BNI Cabang Rantauprapat, Hendrik Simatupang dan Budiati Rumahorbo, keluar untuk memberikan klarifikasi.
Budiati menjelaskan bahwa Kepala Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Kamel, tidak dapat menemui massa karena sedang berada di Medan. Pimpinannya tersebut tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Sumatera Utara terkait kasus hilangnya dana CU gereja. Ia bahkan sempat menunjukkan bukti surat jalan sang kepala cabang kepada massa.
Penjelasan tersebut rupanya tidak langsung diterima. Massa yang telanjur kecewa menuding pihak bank sedang mencari alasan untuk menyembunyikan pimpinannya. Situasi pun sempat kembali tegang.
Melihat kondisi tersebut, Kuasa Hukum CU Paroki Aek Nabara, Bryan Roberto Mahulae, mengambil alih situasi. Ia menenangkan massa dengan mengonfirmasi kebenaran informasi dari staf BNI tersebut.
“Saya sudah cek melalui telepon, dan memang benar pimpinan BNI Cabang Rantauprapat sedang berada di Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan,” terang Bryan.
Mendengar konfirmasi dari kuasa hukum mereka, emosi ratusan jemaat perlahan mereda. Meski harus pulang tanpa mendapat kepastian kapan uang mereka akan kembali, massa akhirnya bersedia membubarkan diri dengan tertib.
Kasus hilangnya dana tabungan CU ini sebelumnya mencuat pada akhir Februari 2026. Pihak gereja menyadari bahwa saldo mereka menyusut drastis secara bertahap. Hal ini memicu aksi unjuk rasa pertama yang digelar pada Kamis (12/3/2026) lalu, di mana pihak gereja menduga adanya indikasi penggelapan oleh oknum manajemen bank.(hm)
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .