Darurat Kekerasan Anak di Deli Serdang, Perlu Evaluasi Kebijakan

Oleh : Radar Medan | 23 Nov 2020, 14:44:03 WIB | 👁 3738 Lihat
Opini
Darurat Kekerasan Anak di Deli Serdang, Perlu Evaluasi Kebijakan

Keterangan Gambar : Nelly MPd Dosen dan aktifis


Fomena kekerasan terhadap anak selalu saja menjadi momok yang menakutkan di negeri ini. Setiap tahun angka kekerasan selalu saja mengalami peningkatan dan ini terjadi dihampir semua daerah di tanah air. Angka kekerasan anak yang dipublikasi merupakan kasus yang dilaporkan ke lembaga pelayanan sosial, seperti Komisi Nasional Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. 

Mirisnya kasus kekerasan terhadap anak terjadi di semua kabupaten / kota, di daerah perkotaan maupun di perdesaan, dan korbannya anak laki-laki maupun perempuan. Ironisnya, lingkungan sosial yang diharapkan memberikan jaminan perlindungan anak, seperti keluarga dan sekolah – justru menjadi lingkungan yang menyumbang angka kekerasan yang signifikan.

Di provinsi Sumatera Utara sendiri seperti dilansir dari media online Medanbisnisdaily.com, tepatnya di kabupaten Deli Serdang, zona merah kasus kekerasan terhadap anak. Hal tersebut dikuatkan berdasarkan catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2020. Di antaranya siswi SMK diperkosa secara bergilir oleh tujuh kakak kelas yang masih satu sekolah yang dilaporkan ke kantor polisi pada Maret 2020.

Kemudian seorang ayah memperkosa anak tirinya yang masih berusia 12 tahun secara berulang kali di Kecamatan Tanjung Morawa, pada Jumat (7/8/2020)," ujar Arist Merdeka Sirait, Jumat (20/11/2020). Tak hanya itu, lanjut Arist, kasus kekerasan anak kembali terjadi. Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang bernama Nick Wilson (15) warga Kecamatan Bagun Purba dibunuh, Kamis (19/8/2020). Selanjutnya, seorang ayah mencabuli anak kandungnya sejak SD hingga SMA di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (7/10/2020). Sederet kasus kekerasan anak tersebut pelaku sudah diamankan Polresta Deli Serdang," sambungnya.

Dengan demikian, kata Arist, sejumlah kasus kekerasan yang terjadi pihaknya tidak salah menobatkan Kabupaten Deli Serdang zona merah kekerasan terhadap anak. Kondisi ini sungguh menyesakkan dada dan begitu memprihatinkan, padahal Kabupaten Deli Serdang mendapatkan penghargaan Layak Anak (KLA) kategori Madya. Tapi kasus kekerasan anak mengalami peningkatan signifikan.

Menelaah istilah kekerasan secara umum digunakan untuk menggambarkan perilaku, baik yang terbuka (overt) atau tertutup (covert), dan baik yang bersefat menyerang (offensive) atau bertahan (defensive), yang disertai penggunaan kekuatan kepada orang lain (Santoso, 2002).

Sementara itu WHO mendefenisikan kekerasan terhadap anak sebagai suatu tindakan penganiayaan atau perlakuan salah pada anak dalam bentuk menyakiti fisik, emosional, seksual, melalaikan pengasuhan dan eksploitasi untuk kepentingan komersial yang secara nyata atau pun tidak dapat membahayakan kesehatan, kelangsungan hidup, martabat atau perkembangannya.

Semakin tahun kasus kekerasan terhadap anak ini menunjukkan tren yang terus meningkat. Padahal sedari awal pemerintah sendiri telah membuat berbagai aturan dan kebijakan untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap anak. Negara dan pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Di dalam undang undang tersebut ditegaskan bahwa perlindungan harus dilakukan terhadap siapapun yang terancam rasa amanya untuk menjalani kehidupan seharihari. Ditegaskan, bahwa perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokat, lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya.

Kemudian terdapat beberapa respon negara atau Kementerian/Lembaga untuk memenuhi hak anak dan memberikan perlindungan bagi anak terhadap tindak kekerasan. Misalnya kebijakan tentang RSPA (rumah perlidungan sosial anak (sebagai bagian dari program rehabilitasi bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus, termasuk anak yang mendapatkan kekerasan dan penelantaran, dan sebagai implementasi dari UU No 23/2002.

Pendirian LPA (lembaga perlindungan anak) di beberapa provinsi adalah salah satu respon pemerintah untuk melindungi anak dan merespon terhadap tidak kekerasan yang terjadi pada anak. SDC (social development centre) untuk merespon penelantaran pada anak, panti rehabilitasi dan panti sosial lainnya peerlu menjadi pertimbangan dan sebagai respon negara /pemeerintah dalam menangani kasus-kasus tindak kekerasan dan penelantaran, PPT (pusat pelayanan terpadu) di beberapa RS Kepolisian, unit PPA (pelayanan perempuan dan anak) pada kantor polisi (polsek) setiap provinsi.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kasus kekerasan pada anak terus saja terjadi? bahkan semakin menjadi?

Apa yang salah? dan bagaimana penyelesaian kasus ini agar tuntas?

Inilah kenyataan yang begitu memprihatinkan, anak-anak tumbuh dan hidup di tengah ancaman kekerasan yang pastinya akan berdampak bagi masa depan generasi bangsa. Dari semua langkah yang telah diambil oleh para punggawa negeri artinya memang sistem perlindungan anak di Indonesia belum mampu mencegah, melindungi dan menghentikan kekerasan terhadap anak. Solusi belum menyentuh akar masalah, yang ada hanya menimbulkan masalah baru.

Di sinilah penyelesaian problem anak di Indonesia membutuhkan perubahan sistem. Sebab kekerasan terhadap anak itu terjadi disebabkan oleh berbagai aspek yang saling berkaitan. Baik faktor ekonomi, keluarga, masyarakat dan negara sangat berperan dalam kasus kekerasan terhadap anak.

Maka segala kebijakan yang saat ini diberlakukan perlu untuk dievaluasi kembali. Perlu adanya pembenahan pada ruang lingkup keluarga sebagai benteng pertahanan pertama dalam menjaga anak generasi bangsa. Perlu adanya penjagaan aspek ketakwaan individu baik suami dan istri sebagai orang tua bagi anak-anaknya. Orang tua memiliki faktor dominan dalam membentuk kepribadian anak. Orang tua yang soleh, bahagia dan ekonomi tercukupi tentunya akan membentuk keluarga yang harmonis.

Negara juga harus memberikan penyuluhan pada masyarakat akan pentingnya menjaga anak generasi bangsa agar terhindar dari berbagai kasus kekerasan. Negara harus memastikan ekonomi masyarakat terpenuhi, tidak ada yang kelaparan apalagi tak mampu memenuhi tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari. Sebab faktor ekonomi menjadi salah satu faktor orang tua menjadi mudah kehilangan akal untuk berfikir jernih sebab kebutuhan hidup sangat berat sementara pekerjaan sulit di dapat saat ini. Hingga emosi tak terkendali maka berujung pada kekerasan terhadap anak.

Kemudian negara juga harus serius mengawasi setiap tayangan baik di media sosial maupun televisi yang mengundang syahwat seperti pornografi dan pornoaksi, ini untuk menghentikan segala tindakan kekerasan seksual yang saat ini terjadi pada anak. Terakhir negara harus memberikan sanksi berat yang mampu membuat setiap pelaku jera dan tak mengulangi lagi perbuatan jahat tersebut.

Oleh karenanya, baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus bersinergis dalam menyelematkan anak generasi bangsa. Harus diupayakan maksimal mengencangkan gerakan perlindungan anak agar generasi tumbuh menjadi generasi hebat dan bermartabat.

Hal ini tentunya sejalan sebagaimana Islam mencontohkan bagaimana melindungi anak dan generasi dari berbagai kasus kejahatan. Ini pernah diterapkan Rasulullah sebagai suri tauladan dalam mengelola negara dan pernah terbukti mampu membawa masyarakat hidup penuh rahmat di rasakan oleh muslim maupun nonmuslim. (red/PR) 

Oleh : Nelly, M.Pd.

Dosen dan Aktivis Peduli Generasi


TAG : opini


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

IMG-20240716-WA0266_crop_71_compress33.jpg

Kecam Dewan Kehormatan, Hendry Ch Bangun Tetap Jabat Ketua PWI Pusat

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔23:00:35, 16 Jul 2024

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam beredarnya surat yang diduga tidak legal. Hal tersebut disampaikan Hendry Ch Bangun sesuai denga. Surat Edaran No : 519/PWI/P-LXXXVIII/2024 yang ditandatangani oleh Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan Sekjen Iqbal Irsyad, Selasa 16 Juli 2024. Ketua . . .

Berita Selengkapnya
forensik.jpg

Dokter Forensik: Sempurna Pasaribu Masih Hidup saat Rumah Dibakar

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔10:35:04, 09 Jul 2024

RADARMEDAN.COM - Teka-teki apakah korban Rico Sempurna Pasaribu beserta istrinya, Efprida Boru Ginting, anaknya SP (13), dan cucu LS (3), dibunuh baru dibakar rumahnya, Kamis dinihari (27/6/2024) di Jalan Nibung Surbakti, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), terungkap.  Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr Ismurizal SpF, . . .

Berita Selengkapnya
kkj.jpg

Diduga Pembunuhan Berencana, Keluarga Rico Pasaribu Jurnalis dari Karo Lapor ke Polda Sumut

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔10:23:44, 09 Jul 2024

RADARMEDAN.COM - Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengecam dugaan aksi pembakaran rumah jurnalis Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (27/6/2024) lalu. Kebakaran itu menewaskan Rico dan tiga anggota keluarganya. Anak korban yang berinisial EP meyakini, kebakaran itu tidak wajar. EP yang didampingi KKJ . . .

Berita Selengkapnya
sci.jpg

Inilah SCI, Metode Digunakan Polda Sumut Ungkap Tersangka Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔18:45:53, 08 Jul 2024

RADARMEDAN.COM, KARO - Tak butuh lama, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil menangkap tersangka pembakaran rumah Rico Sempurna Pasaribu yang terjadi pada Kamis dinihari (27/6/2024), di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, Karo. Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tak terlepas dari penggunaan metode modern Scientific Crime . . .

Berita Selengkapnya
pembunuhan.jpg

Kematian Wartawan Tibrata di Karo Mengarah ke Pembunuhan, 2 Tersangka Diciduk Bersama Barang Bukti

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔14:54:26, 08 Jul 2024

RADARMEDAN.COM, KARO - Dua tersangka pembunuh wartawan Tribrata TV, dan satu keluarga terjadi pada Kamis (27/6/24) dinihari, berhasil diciduk Polres Tanah Karo. Kapoldasu Komjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, didampingi Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Mochammad Hasan, Kapolres Tanah Karo, AKBP Wahyudi Rahman, dalam keterangan konferensi . . .

Berita Selengkapnya
Screenshot_20240707-104933_WhatsApp_compress52.jpg

Ratusan Orang Casis Bintara dan Tamtama Kecewa, Ombudsman Bantah Dilibatkan Pengawas Eksternal

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔10:25:45, 13 Jul 2024

RADARMEDAN.COM - Ratusan calon pelamar atau calon siswa Bintara dan Tamtama Polri 2024 kecewa usai menerima pengumuman seleksi di Gedung Auditorium USU, Sabtu 6/7/2024. Ratusan orang yang sebagian besar dari keluarga calon siswa menyoraki Kapolda Sumatra Utara Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, saat menuju mobilnya di Gedung . . .

Berita Selengkapnya
dprd8.jpg

Hari Pertama Ngantor di Sumut, Pj Gubernur Agus Fatoni Kunjungi Kantor DPRD

🔖 POLITIK 👤Radar Medan 🕔23:20:01, 27 Jun 2024

RADARMEDAN.COM - Hari ini merupakan pertama kalinya Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni resmi berkantor di Sumut, dan langsung mengunjungi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), salah satunya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Sutarto, guna perkuat sinergitas. Kegiatan ini berlangsung di . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20240627-WA0188_compress2.jpg

4 Orang Tewas, Polres Tanah Karo Lakukan Penyelidikan Terkait Terbakarnya Rumah Wartawan Online

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔17:57:15, 27 Jun 2024

RADARMEDAN.COM,KARO - Sempurna Pasaribu Wartawan Media Online dan keluarganya tewas terbakar di sebuah kios di Jalan Nabung Surbakti, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo Kamis (27/6/2024) dinihari sekira pukul 02.30 WIB. PLH. Kapolres Tanah Karo AKBP Oloan Siahaan, S.I.K, M.H, membenarkan terjadinya peristiwa . . .

Berita Selengkapnya
20240621_152452_compress27.jpg

Kasus Pelajar SMP Tewas Mandek, Didampingi LBH Medan Ibu Ini Minta Perhatian Presiden Jokowi

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔12:42:24, 22 Jun 2024

RADARMEDAN.COM - Seorang pelajar SMP inisial MHS (15) diduga tewas usai dianiaya oknum TNI saat menertibkan tawuran. Didampingi Direktur LBH Medan Irvan Saputra, SH. MH, dan Richard D Hutapea (PBH) Sipil Politik LBH Medan selaku Kuasa Hukum Lenny Damanik, mengatakan penganiayaan itu diduga terjadi di dekat rel kereta api di Jalan Pelikan Ujung, . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20240622-WA0042.jpg

Ratusan Bangunan Mewah di CBD Disoroti DPRD dan Lembaga Swadaya Masyarakat

🔖 METROPOLITAN 👤Radar Medan 🕔10:41:02, 22 Jun 2024

RADARMEDAN.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat yang bernama Barisan Rakyat Peduli Negara (Barapena) Sumatera Utara, menyoroti ratusan  bangunan perumahan mewah diduga berdiri tanpa plang IMB/PBG di Jalan Lapangan Golf (Komplek CBD) Polonia  Kelurahan Suka Damai,  Kecamatan Medan Polonia, Sabtu  (22/6/2024). Kepada . . .

Berita Selengkapnya

Berita Terbaik

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Anda Suka Smartphone Samsung atau OPPO?
  Samsung
  Oppo