Oleh : Radar Medan | 09 Feb 2024, 11:20:50 WIB | 👁 748 Lihat Nasional
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan imbauan kepada khatib Jumat untuk menyampaikan pesan Pemilu damai. Imbauan disampaikan melalui Surat Dirjen Bimas Islam Kemenag kepada Kanwil Kemenag Provinsi, dan Kepala Badan Kesejahteraan Masjid Kabupaten/Kota.
"Kuatkan persaudaraan, kerukunan, serta mendorong umat untuk menggunakan hak suara secara bertanggung jawab. Hargai perbedaan politik," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Jumat (9/2/2024).
Surat imbauan tersebut juga disampaikan kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan dan Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kecamatan. Para Ketua BKM kelurahan/desa, dan Ketua Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) pun diberi surat imbauan yang sama.
"Pengurus BKM dari pusat hingga desa juga diimbau agar masjid tidak digunakan sebagai tempat kampanye politik praktis. (Tidak boleh, red) mendukung partai atau paslon tertentu," ujar Yaqut.
Para pengurus, pengelola masjid, serta penceramah diminta untuk memedomani dan menyosialisasikan imbauan tersebut. Imbauan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.09/2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.
SE tersebut menekankan tentang materi ceramah agama dalam khotbah Jumat, haruslah bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif. Selain itu, khotbah juga harus berisi ajakan agar masyarakat meningkatkan keimanan, ketakwaaan, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Khotbah Jumat juga tidak boleh mempertetantangkan RAS, menghina, melecehkan, tidak menghasut, dan serta tidak bermuatan kampanye politik praktis. "Juga tokoh berbagai agama, saya imbau menyampaikan pesan yang sama kepada umat masing-masing, dalam setiap peribadatan dan perjumpaan," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Gus Men ini mengatakan, Pemilu adalah pesta demokrasi yang diselenggarakan lima tahun sekali. Layaknya sebuah pesta, Pemilu diharapkan bisa dijalankan dengan penuh riang gembira.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan suatu kewajaran, yang harus disikapi dengan saling menghargai satu sama lain. Karena menurutnya, akan sangat merugi jika masalah perbedaan berujung pada rusaknya persaudaraan.
"Beda pilihan politik tidak harus sampai menciderai persaudaraan dan persahabatan," katanya. "Rumah ibadah kami harap mengambil peran dalam penguatan kohesi dan kerukunan di tengah keragaman umat termasuk pilihan politik".
Gus Men berharap, hiruk pikuk Pemilu segera kembali normal, setelah masyarakat menggunakan hak suaranya. Semua kembali pada kehidupan masing-masing, bekerja sesuai tugasnya, sambil memantau proses penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Kami yakin KPU akan bekerja secara professional dan bertanggung jawab. Bawaslu sebagai lembaga pengawas juga akan melaksanakan tugasnya dengan baik," ujar Gus Men.(RRI)/HM/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .