Tim Sembilan Luncurkan Guru Bangsa Mengusung Jokowi Sebagai Ikon Gerakan Pendidikan
Guru Bangsa ajak masyarakat berkolaborasi agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara

Oleh : Syaiful W Harahap | 29 Okt 2026, 09:54:19 WIB | 👁 64 Lihat
Nasional
Tim Sembilan Luncurkan Guru Bangsa Mengusung Jokowi Sebagai Ikon Gerakan Pendidikan

Keterangan Gambar : Nawa Guru Nasional. (Foto: RADARMEDAN.COM/Dok/Ist)


RADARMEDAN.COM - Sembilan inisiator meluncurkan Gerakan “Guru Bangsa” di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat. Gerakan ini berfokus pada perluasan akses pendidikan, advokasi pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pembentukan karakter. Dengan slogan “Setara untuk Indonesia,” Guru Bangsa mengajak masyarakat berkolaborasi agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Gerakan ini berawal dari kegelisahan tiga aktivis yaitu Bung Nando, Bung Gorbachev, dan Bung Norman yang mencermati tantangan pendidikan, mulai dari keterbatasan akses hingga kekerasan fisik dan verbal serta perundungan terhadap peserta didik. Mereka juga menyoroti pentingnya menjaga agar setiap anak dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman.

Ketiganya ingin menghidupkan kembali semangat Nawacita, khususnya komitmen pada akses layanan pendidikan dan pelatihan, Program Indonesia Pintar, penataan kurikulum nasional, serta pendidikan budi pekerti. Mereka berharap gerakan ini dapat berkontribusi pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan melengkapi program pendidikan yang berjalan saat ini.

Para inisiator menamai gerakan tersebut Guru Bangsa. Slogan “Setara untuk Indonesia mencerminkan keyakinan bahwa setiap anak, di mana pun berada dan apa pun latar belakangnya, berhak memperoleh akses pendidikan formal maupun nonformal. Mereka berharap upaya itu turut mendukung lahirnya generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.”

Tim kemudian mengajak sejumlah rekan aktivis untuk bergabung, yakni Joi Phiau (anggota DPRD DKI Jakarta), Susy Rizky (pegiat sosial), Yudi Saputra (organisatoris), Santo Feliks (pengacara) Siti Aisah (Pakar Hukum), dan Maria (pengamat pertahanan). Bersama tiga inisiator lainnya maka terbentuklah Tim Sembilan atau Nawa Guru. Bergerak dari Diktum Nawacita gagasan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, maka Nawa Guru menetapkan ikon Guru Bangsa adalah Siluet Pak Joko Widodo Karena selain dipandang membuka akses Pendidikan seluas-luasnya, juga sebagai sosok pemersatu yang bekerja untuk Indonesia dan menilai semangat pemerataan akses pendidikan, termasuk melalui Kartu Indonesia Pintar, sejalan dengan slogan gerakan tersebut.

Nawa Guru menyatakan dan berkomitmen untuk meneruskan semangat dan karya di bidang pendidikan, bukan menjalankan gerakan politik. “Gerakan Guru Bangsa ini bukan gerakan politik dan tidak berafiliasi dengan partai, organisasi, atau kelompok politik mana pun dan Guru Bangsa juga terbuka untuk bekerja sama dengan siapa saja yang peduli pada pendidikan Indonesia,” ujar para inisiator.

Dalam peluncuran tersebut, Nawa Guru juga menceritakan kegiatan yang telah mereka lakukan. Menurut mereka, para relawan telah menyalurkan ribuan buku dan perlengkapan sekolah kepada siswa yang membutuhkan di sejumlah wilayah. “Kami masing-masing sudah bergerak dan akan terus bergerak di daerah untuk menyalurkan buku, buku gambar gambar, krayon, dan alat tulis dari Guru Bangsa kepada anak-anak sekolah,” kata Nando.

Gorbachev menjelaskan bahwa kegiatan menggambar dapat menarik minat anak sekaligus mendorong kreativitas dan kebersamaan. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pilihan positif bagi anak-anak dan membantu mereka mengurangi ketergantungan pada gawai,” ujarnya.

Norman menambahkan, kegiatan mewarnai dapat menjadi sarana bagi anak untuk melatih keterampilan motorik, konsentrasi, ketekunan, kreativitas, dan imajinasi. “Pendidikan juga perlu memberi ruang bagi anak untuk mengolah rasa, bukan hanya mengejar nilai akademik,” katanya.

Guru Bangsa membuka ruang kolaborasi dengan komunitas maupun individu yang peduli terhadap pendidikan. Joi Phiau mengatakan sejumlah pihak telah menyumbangkan perlengkapan sekolah, termasuk krayon, untuk dibagikan kepada anak-anak.

Susy Rizky berharap semakin banyak orang bergabung dalam kegiatan kerelawanan tersebut. Ia mengatakan beberapa warga di Bekasi telah menanyakan cara bergabung setelah melihat kegiatan pembagian buku gambar di sejumlah sekolah. Nawa Guru juga berharap jejaring relawan dapat berkembang dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kecamatan. Yudi Saputra mengatakan minat untuk bergerak sudah muncul di sejumlah daerah, termasuk Papua.

Selain kegiatan pendidikan, Guru Bangsa berencana membuka ruang bagi kegiatan sosial lain sesuai keahlian para relawannya. Santo Feliks dan Siti Aisah, misalnya, menyampaikan rencana untuk menyediakan bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan informasi dan pendampingan dalam memahami persoalan hukum.

Dalam diskusi bersama awak media, Maria mengingatkan pentingnya nilai-nilai pendidikan yang menghargai keberagaman dan berakar pada jati diri bangsa. Ia menyebut pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai salah satu rujukan penting dalam pendidikan Indonesia. “Keberagaman adalah Keistimewaan Bangsa dan Akses pendidikan adalah sebuah Keniscayaan untuk Indonesia Emas, Guru Bangsa akan terus menyuarakan ‘Setara untuk Indonesia”. ujar Maria.

Menurut Nawa Guru, kegiatan Guru Bangsa telah berlangsung di sejumlah daerah, antara lain Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara, serta beberapa kabupaten dan kota lainnya yang dituangkan dalam kompolasi video dibeberapa propinsi dan kabupaten Kota. Para inisiator berharap jejaring relawan di berbagai tingkatan dapat memperluas akses pendidikan dan memperkuat kolaborasi masyarakat. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas