Menguak 5 Arti Mimpi Orang Meninggal Menurut Medis dan Budaya Batak
Oleh : Radar Medan | 27 Okt 2026, 19:35:06 WIB | 👁 58 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Ilustrasi
RADARMEDAN.COM - Fenomena mimpi bertemu dengan anggota keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia kerap memicu rasa penasaran sekaligus kekhawatiran bagi masyarakat. Peristiwa ini ternyata memiliki tafsir yang sangat kontras jika dibedah melalui kacamata ilmu psikologi medis dibandingkan dengan tradisi adat Batak di Sumatera Utara.
Secara ilmiah, mimpi tersebut murni merupakan aktivitas otak bawah sadar manusia saat memproses emosi yang terpendam. Namun, di kalangan masyarakat adat Batak (Toba, Karo, dan Simalungun), mimpi (nipi) diyakini sebagai medium komunikasi batin antara roh orang yang masih hidup (tondi atau tendî) dengan roh leluhur (simagot).
"Menurut ilmu psikologi, mimpi ini bukanlah hal mistis, melainkan cerminan dari rasa rindu yang berat, adanya janji atau rasa bersalah yang belum tuntas, hingga proses mengikhlaskan rasa duka," ucap Purba, pada salah satu diskusi budaya di Medan, Selasa (27/10/2026).
Selain ketiga hal tersebut, pakar psikologi juga mencatat dua arti lainnya yang berkaitan erat dengan kondisi mental seseorang. Mimpi bertemu sosok yang telah tiada bisa muncul ketika seseorang sedang membutuhkan nasihat di tengah masalah hidup yang pelik, atau sebagai penanda kesiapan memasuki babak kehidupan yang baru.
Di sisi lain, tetua adat Batak memandang kehadiran almarhum di dalam mimpi sebagai pesan langsung yang harus dicermati oleh pihak keluarga. Kondisi fisik dan ekspresi leluhur di dalam mimpi menjadi petunjuk utama mengenai apa yang sedang terjadi.
"Apabila almarhum datang dengan wajah sedih, kedinginan, atau mengeluh lapar, keluarga harus segera memeriksa kondisi tambak (makam) di kampung halaman. Hal itu biasanya menandakan makam sudah semak, bocor, atau terlalu lama tidak diziarahi," ungkap penuturan tetua adat dalam literatur budaya Batak tersebut.
Sebaliknya, masyarakat tidak perlu panik jika di dalam mimpi tersebut almarhum justru memberikan suatu barang seperti kain ulos, uang, ataupun makanan. Dalam kepercayaan Batak, pemberian dari leluhur merupakan simbol turunnya restu dan berkat (pasu-pasu) yang menandakan rezeki keluarga akan mengalir lancar.
Meski demikian, ada satu skenario mimpi yang paling diwaspadai oleh masyarakat Batak, yakni ketika almarhum meminta sesuatu atau mengajak pergi bersama. Menerima ajakan tersebut diyakini sebagai pertanda buruk yang dapat memicu datangnya penyakit atau melemahnya semangat jiwa (tondi) orang yang bermimpi.
Untuk menangkal dampak buruk sekaligus menghormati pesan leluhur, masyarakat Batak biasanya langsung mengambil langkah adat secara cepat. Keluarga akan bergegas melakukan ziarah makam (mandulo tambak) dan menggelar doa bersama.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga kerap melaksanakan tradisi mangupa-upa atau marpiripir dengan menggunakan jeruk purut. Acara adat ini kemudian dilanjutkan dengan makan bersama hidangan khas seperti ikan mas arsik atau ayam cipera guna memulihkan dan menguatkan kembali semangat (tondi) anggota keluarga tersebut.(HM)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .