Wakil Wali Kota Paparkan Soal Multikultural Medan Dan Potensi Kerawanan kepada Perwira Seskoad
Oleh : Radar Medan | 22 Jul 2019, 18:26:05 WIB | 👁 1508 Lihat Komunitas
RADARMEDAN.COM - Wakil Wali Kota Medan, H Akhyar Nasution bersama dengan Dandim 0201 BS, Kolonel Yuda Rismansyah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, menerima kunjungan Tim Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri Perwira Seskoad ke-57 di Wilayah Sumut, Senin (22/7) di Markas Kodim 0201 BS Medan.
Turut hadir dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri Perwira Seskoad yang mengambil materi “Peran Satuan Komado Kewilayahan Dalam Menciptakan Kondisi Sosial, Politik, dan Keamanan yang Kondusif Pasca Pemilu 2019 Guna Mencegah Disintegrasi Bangsa,” ini Dirbindik Seskoad, Kolonel Arm. Tri Wibawa, pimpinan DPRD Medan, KPU Medan, Bawaslu Medan, partai politik, dan tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Medan memaparkan tentang Medan yang memiliki penduduk beragam etnis dan agama, sehingga dapat disebut sebagai miniatur Indonesia.
“Multikultural Medan ini merupakan modal sosial cukup signifikan dengan adanya ikatan sosial yang cukup kuat di antara warganya,” ungkapnya seraya menyebutkan, sisi pemerintahan Medan 21 kecamatan, 151 kelurahan, dan 2001 lingkungan sebagai satu pemerintah yang terkecil.
Menurut Wakil Wali Kota, potensi kerawanan di Medan lebih dipicu oleh kesenjangan ekonomi yang menciptakan kecemburuan sosial. Kesenjangan ekonomi ini juga potensial “ditarik ke sana ke mari” menjadi isu politik. Karena itu, dibutuhkan kerja keras bersama untuk menciptakan keseimbangan ekonomi.
Suatu hal yang patut dibanggakan, lanjut Akhyar, Kota Medan juga memiliki Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, yang antara lain terdiri dari unsur Wali Kota, Kapolrestabes, Dandim, Kajari dan Ketua PN. Unsur Forkompimda ini senantiasa berkomunikasi dan berkoordinasi dalam merespons setiap gejala yang mengancam keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Di tingkat yang lebih bawah lagi, tambah Akhyar, kerja sama dan koordinasi antara Lurah, Babinsa, dan Babinkamtibmas juga sangat sinergis. Dukungan Babinsa dan Babinkamtibmas terhadap Lurah ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada kelurahan dalam mengatasi persoalan yang tengah terjadi.
Berkaitan dengan potensi kerawanan yang timbul dalam penyelenggaran Pemilu, Wakil Wali Kota juga menyampaikan masukan agar masa kampanye dipersingkat. Menurutnya, semakin lama masa kampanye, maka semakin lama pula masa ketegangan antarpendukung.
Sebelumnya, Kapolrestabes, Kombes Dadang Hartanto, dalam pemaparan menyampaikan, sebuah daerah dapat dikatakan aman dan kondusif antara lain jika tidak adanya rasa takut masyarakat terhadap gangguan dan cepatnya potensi konflik diselesaikan.
Selain itu, lanjutnya, aman dan kondusifnya sebuah daerah juga ditandai dengan cepatnya pelayanan kepada masyarakat yang mendapat masalah dan masyarakat merasa nyaman dalam melakukan aktivitasnya.(kominfo/red)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .