Dalam Debat Terakhir Pilkada Sumut, Edy Bingung Saat ditanya Bobby B35
Oleh : Radar Medan | 14 Nov 2024, 07:37:20 WIB | 👁 1133 Lihat Politik
Keterangan Gambar : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara kembali menggelar debat publik ketiga yang menjadi penutup pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2024 pada Rabu malam, 13 November 2024 di Tiara Convention Center Medan.
RADARMEDAN.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara kembali menggelar debat publik ketiga yang menjadi penutup pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2024 pada Rabu malam, 13 November 2024 di Tiara Convention Center Medan.
Kedua pasangan calon nomor urut 1, Bobby Nasution-Surya, dan nomor urut 2, Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala hadir bersama para pendukungnya masing-masing.
Tema debat terakhir ini mengusung "Sinergitas Kebijakan Pembangunan Daerah dalam Rangka Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."
Pada segmen ke empat ada momen menarik, sebab saat Edy Rahmayadi bertanya kepada Bobby Nasution terkait optimamalisasi anggaran bagaimana menyesuaikan pendapatan daerah Sumut dalam APBD yang mencapai Rp 13,5 triliun dan harus dibagikan kepada 33 kabupaten/kota.
Bobby menyampaikan benar jika pemerintah berjenjang dari pusat sampai daerah. Menurut Bobby, tahun 2025 nanti daerah akan mendapat porsi lebih besar karena sudah diatur Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah tentang opsi pajak. Dengan demikian, kebutuhan uang kabupaten/kota bisa lebih terdistribusi dengan baik sesuai yang dihasilkan oleh setiap daerah.
”Kami berterima kasih dengan UU ini. Karena selama ini pembagian ini adanya provinsi. Provinsi punya wewenang bagi uang ke kabupaten/kota, yang mohon maaf, kadang-kadang sering dijadikan alat politik. Nanti di daerah, misalnya, kemarin 2018 ada daerah yang Bapak belum sempat menang di kabupaten/kota itu, uangnya sedikit ditransfer ke sana,” ujar Bobby.
Edy menanggapi bahwa mantan wali kota, bupati, dan dirinya sebagai gubernur mengetahui soal pembagian yang mengatur provinsi sesuai kapasitasnya.
"Bukan persoalan politik itu, program itu, katanya, dari bawah (bottom up), bukan top down," jawab Edy.
Ia menjelaskan terkait kota Medan dibagi lebih kecil.
"Tidak, karena program itu menentukan dana yang harus dibagikan ke daerah. Harus itu dipahami. Jangan salah, untuk itu banyak-banyak belajar daripada kita berbicara. Jangan disangkutpautkan dengan politik,” kata Edy.
Bobby Nasution menjawab bahwa ia dan pak Surya masih wali kota dan bupati, hanya saja masih cuti dalam rangka pilkada ini.
Bobby menyampaikan pada saat pertemuan pernah di absen, dan diberitahu daerah mana Edy kalah.
Selanjutnya saat sesi pemerataan pembangunan yang berkeadilan Bobby yang memberikan pertanyaan, ia menanyakan pemerataan pembangunan dilihat dari potensi daerah.
"Sebanyak 33 daerah di Sumut pasti punya potensi masing-masing. Pertanian, kelautan, pariwisata. Sementara pemerintah pusat mencanangkan bahan bakar B35 menjadi B100 cocok dikembangkan?" tanya Bobby.
Giliran Edy menjawab apa kaitan pembangunan B100 dengan pemerataan pembangunan. Dia juga mengingatkan lawannya untuk memanjangkan singkatan.
"Yang saya tanya B100 tadi itu apa?".
Edy tampak bingung diduga tidak memahami B35 jadi B100, sehingga tampak seolah menunggu waktu habis.
Potensi masing-masing wilayah kabupaten kota disitu ada peternakan, waktu habis. Belum sempat Edy menjawab penuh waktu sudah habis.
"Mohon ijin pak kami bukannya mau menjebak, namun seingat kami, Bapak pernah mencanangkan program ini di Sumut. Tentang bagaimana menghasilkan hilirisasi dari kelapa sawit, bagaimana mendukung program pusat dari B35 jadi B100 semua dari nabati. Karena kita penghasil sawit dan kita harus manfaatkan hilirisasi tersebut, yang harus mulai dari Sumut. Kita tidak hanya jual tandan buah segar, minyak sawit mentah, tapi banyak turunan dari sawit. Ada industri baru, buka usaha industri turunan dari kelapa sawit harus dimulai dari Sumut. Daerahnya pasti akan naik, SDM-nya akan belajar bagaimana hilirisasi kelapa sawit bukan hanya menanam, tapi membuat produk turunannya,” katanya.
Edy menjawab tentang sawit banyak dikelola oleh pusat.
"Hilirisasi masih direncanakan, dan belum terlaksana. Kita masih mengoptimalkan dimana daerah peternakan, perikanan setiap saat saya sampaikan kepada bupati dan wali kota./ Khusus sawitSaya masih kurang untuk itu karena masih banyak ditangani oleh pusat, mudah-mudahan 5 tahun mendatang bisa lebih optimal," ucap Edy. (HM)/PE
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .