Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia
Daun kelor mentah yang diimpor juga akan dimusnahkan di Australia

Oleh : Syaiful W Harahap | 13 Jul 2026, 08:04:11 WIB | 👁 38 Lihat
Kesehatan
Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia

Keterangan Gambar : Gary Duffy telah menyusun permohonan baru, dengan harapan dapat membatalkan keputusan FSANZ tentang moringa, atau kelor. (Foto: abc.net.au - Supplied: Gary Duffy)


RADARMEDAN.com – Rangkuman: Badan Standar Pangan Australia dan Selandia Baru menolak permohonan untuk menjual Moringa oleifera atau daun kelor sebagai makanan atau bahan makanan karena tidak dapat memastikan apakah tanaman tersebut aman.

Daun kelor mentah yang diimpor juga akan dimusnahkan di Australia, tapi dalam produk farmasi masih bisa dibeli di Australia selama terdaftar di Therapeutic Goods Administration (TGA).

Apa selanjutnya?

Petani Australia mengajukan permohonan baru agar aturannya diubah.

Moringa oleifera, atau daun kelor, tidak dapat dijual sebagai makanan atau bahan makanan di Australia setelah dianggap tidak aman dikonsumsi manusia.

Keputusan yang diberlakukan pada November 2025 oleh Badan Standar Pangan Australia Selandia Baru (FSANZ) tersebut ingin diubah oleh petani kelor di Australia.

Mereka yang membudidayakannya di Australia menjadi bingung apakah mereka akan bisa menjualnya di musim panen yang akan tiba.

Petani dari wilayah Somerset, Gary Duffy, kini mencoba melakukan pengajuan banding demi membatalkan keputusan tersebut.

"Hidup kami bergantung pada kesuksesan pengajuan ini," katanya.

Di Indonesia dan kebanyakan negara Asia lainnya, bagian-bagian dari Moringa oleifera, atau drumstick tree, digunakan dalam resep dan dalam suplemen kesehatan.

Keputusan FSANZ berlaku untuk daunnya, bijinya yang masih muda, dan minyak dari tanamannya, yang kini dapat dimusnahkan jika masuk ke Australia atau dikembalikan ke negara asalnya.

Namun, produk terapeutik atau suplemen yang mengandung moringa, baik dalam bentuk kapsul dan bubuk, tetap bisa dibeli jika terdaftar di badan pengawas obat dan makanan di Australia, atau Therapeutic Goods Administration (TGA).

Produk terapeutik terdaftar yang mengandung bagian-bagian dari tanaman tersebut masih bisa dibeli. (Foto: abc.net.au - Pixabay)

Gary sudah menulis surat kepada para menteri kesehatan, baik di tingkat federal dan negara bagian, meminta agar keputusan tersebut ditangguhkan, sementara FSANZ mempertimbangkan bandingnya.

"Produk segar yang masuk ke pasar Melbourne dan Sydney semuanya diimpor dari luar negeri, dan kami [petani Australia] ingin mencoba menjembatani kesenjangan itu," katanya.

Juru bicara Departemen Kesehatan, Disabilitas, dan Penuaan federal mengatakan penolakan tersebut tidak dapat ditinjau atau ditangguhkan oleh FSANZ atau menteri, dan mengatakan mereka akan menerima pengajuan baru.

Keputusan atas permohonan baru dapat memakan waktu hingga dua tahun.

Joel Molloy tidak yakin apakah akan mampu menjual hasil panen yang akan dipanen pada musim panas. (Foto: abc.net.au - ABC News: Tayla Larsen)

Petani dari kawasan Wide Bay, Joel Molloy, berharap keputusannya datang lebih cepat.

Joel sudah membudidayakannya selama 10 tahun sebelum pindah dari Gold Coast ke Rosedale, yang memakan lima jam waktu perjalanan ke utara Brisbane, untuk membuka perkebunannya sendiri.

Ia membeli properti tersebut tepat sebelum FSANZ mengeluarkan keputusannya.

"Saya menginvestasikan semua yang saya punya ke kebun ini, hasil kerja keras selama 10 tahun, lalu tiba-tiba semuanya hilang dalam semalam," kata Jay.

"Ini pukulan telak."

"Kami tidak pernah dimintai pendapat, kami tidak pernah diperingatkan."

Keputusan FSANZ di Australia melarang penjualan moringa sebagai makanan atau bahan makanan. (Foto: abc.net.au - Pixabay)

Khawatir isu reproduksi

Keputusan FSANZ merupakan tanggapan atas permohonan pada Januari 2024 dari Noosa Organica Pty Ltd untuk mengubah Australia New Zealand Food Standards Code agar mencantumkan Moringa oleifera sebagai makanan atau bahan makanan.

Setelah meninjau permohonan dan studi eksternal, badan hukum tersebut mengeluarkan keputusannya pada November 2025.

Courtney Stewart mengatakan standar makanan diberlakukan untuk melindungi konsumen. (Foto: abc.net.au - ABC News)

FSANZ khawatir konsumsi daun kelor menimbulkan masalah reproduksi, menurut percobaan pada tikus serta hasil yang bertentangan mengenai genotoksisitas.

Dalam laporan penolakannya, FSANZ mencatat adanya informasi yang terbatas dalam aplikasi dan tulisan peer-reviewed, atau literatur yang ditinjau peneliti lainnya.

"Keputusan ini memperkuat bahwa bukti ilmiah yang kuat dan berkualitas tinggi diperlukan ketika meminta persetujuan makanan baru," kata juru bicara FSANZ.

FSANZ menambahkan pihaknya tidak dapat menentukan tingkat paparan yang aman tanpa studi lebih lanjut pada manusia.

Konsultan industri makanan Courtney Stewart mengatakan ini adalah prosedur standar untuk makanan yang tidak banyak tersedia di Australia.

"Mungkin ada bahan-bahan yang diinginkan orang untuk dipasarkan, tetapi FSANZ hanya menjaga konsumen dan memastikan semuanya aman untuk dikonsumsi," katanya.

"Sampai ada data historis yang menunjukkan sesuatu aman untuk dikonsumsi jangka panjang, mereka tidak akan menyetujui apa pun, dan saya pikir itu adalah pendekatan konservatif yang baik sampai kita memiliki informasi tersebut."

Sering digunakan di Asia

Bagian-bagian tanaman kelor banyak dikonsumsi di Asia, Afrika, dan Timur Tengah selama berabad-abad.

Dosen senior ilmu biomedis Universitas New England, Vandana Gulati, sudah meneliti tanaman obat selama lebih dari 20 tahun.

Ia mengatakan manfaat daun kelor yang beragam membuatnya unik.

Vandana Gulati mengatakan tanaman tersebut memiliki khasiat obat, tetapi memahami perlunya penelitian lebih lanjut. (Foto: abc.net.au - Supplied: Vandana Gulati)

"(Minyak yang diekstrak dari bijinya) mengandung banyak fitokimia yang memiliki khasiat yang sangat baik untuk infeksi, demam, dan kesehatan kulit," katanya.

"Dalam budaya India, mereka menggunakan daunnya untuk membuat kari dan bijinya, yang dikenal sebagai drumstick, juga digunakan dalam masakan."

Dr Vandana mengatakan dalam budaya tradisional, tanaman ini dianggap super food karena setiap bagiannya memiliki manfaat.

Tapi ia mengatakan memahami kekhawatiran keamanan bagi orang-orang yang tidak mengonsumsi Moringa oleifera secara teratur. (Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris)/abc.net.au. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas