Kabar Gembira Vaksin Tumor Otak Tunjukkan Hasil yang Besar
Tumor otak merupakan salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati

Oleh : Syaiful W Harahap | 10 Jul 2026, 08:42:35 WIB | 👁 49 Lihat
Kesehatan
Kabar Gembira Vaksin Tumor Otak Tunjukkan Hasil yang Besar

Keterangan Gambar : Tumor otak agresif hampir selalu kambuh setelah pengobatan. Kini, para peneliti mengembangkan vaksin terapeutik yang diharapkan mampu mencegah kekambuhan dan memperpanjang harapan hidup pasien. (Foto: dw.com/id - Kashapova/Zoonar/picture alliance)


RADARMEDAN.com - Terapi vaksin eksperimental memberi harapan bagi pasien tumor otak yang selama ini sulit disembuhkan. Hasil studi menunjukkan terapi ini berpotensi memperlambat perkembangan kanker dan memperpanjang harapan hidup pasien. Julia Vergin* melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 9/7/2026).

Tumor otak merupakan salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati. Bahkan tumor yang dapat dioperasi pun jarang bisa diangkat sepenuhnya melalui pembedahan. Karena itu, pasien umumnya juga menjalani kemoterapi dan radioterapi. Meski demikian, penderita tumor otak yang agresif sering kali hanya bertahan hidup tidak lebih dari lima tahun setelah didiagnosis.

Dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari German Cancer Research Center, University Medical Center Mannheim, Heidelberg University Hospital, dan sejumlah lembaga penelitian lainnya, sebanyak 33 pasien juga menerima vaksin eksperimental.

Delapan tahun kemudian, tim peneliti mempublikasikan hasil pemantauan jangka panjang tersebut di jurnal Nature. Hasilnya memberikan alasan untuk optimistis secara hati-hati: sebanyak 66% peserta penelitian masih hidup setelah delapan tahun, sementara pada 42% peserta, tumor tidak tumbuh kembali selama periode tersebut.

Salah satu penulis utama studi, Michael Platten, yang merupakan direktur Departemen Neurologi di University Medical Center Mannheim sekaligus kepala divisi penelitian di German Cancer Research Center, mengatakan bahwa dirinya sangat terkejut karena tumor tidak kambuh pada proporsi pasien yang begitu besar dalam jangka waktu yang begitu lama.

Vaksin ini bukan untuk mencegah kanker

Vaksin umumnya dikenal sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit, seperti campak, gondongan, atau COVID-19. Vaksin jenis ini membantu tubuh mencegah infeksi atau melatih sistem kekebalan agar penyakit yang muncul menjadi lebih ringan. Jenis tersebut dikenal sebagai vaksin preventif.

Sebaliknya, vaksin terapeutik dirancang untuk menghancurkan tumor dengan mengaktifkan sistem imun tubuh. Pada terapi yang dikembangkan Platten dan timnya, vaksin menargetkan mutasi genetik yang hanya ditemukan pada jenis tumor otak tertentu. Seluruh 33 peserta penelitian menderita astrocytoma derajat tinggi, yaitu tumor otak yang sangat agresif dan berisiko tinggi kambuh setelah pengobatan.

Melatih sistem imun menyerang sel tumor

Astrocytoma merupakan salah satu tumor paling umum pada sistem saraf pusat, yang mencakup otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini dibagi menjadi empat tingkat keganasan, mulai dari yang kurang agresif hingga sangat agresif. Astrocytoma derajat tiga dan empat memiliki mutasi genetik tertentu yang menjadi sasaran vaksin tersebut.

Dalam siaran persnya, German Cancer Research Center menjelaskan bahwa kesalahan genetik yang sama menyebabkan pergantian satu asam amino pada enzim IDH1. Perubahan ini menghasilkan struktur protein baru yang disebut neoepitop.

Keunikan neoepitop adalah bahwa, di satu sisi, ia mendorong pertumbuhan tumor, tetapi di sisi lain ia dikenali sebagai benda asing oleh sistem kekebalan pasien. Hal itu menjadikannya target yang ideal untuk imunoterapi.

Vaksin yang diuji dalam penelitian ini mengaktifkan sistem kekebalan melalui dua mekanisme sekaligus. Pertama, vaksin merangsang pembentukan sel T yang secara langsung menyerang sel-sel abnormal. Kedua, vaksin memicu pembentukan sel B yang menghasilkan antibodi untuk melawan tumor.

Tujuan terapi ini adalah mencegah tumor kambuh setelah pasien menyelesaikan pengobatan standar berupa radioterapi dan kemoterapi, kata Platten.

Ulrich Herrlinger, direktur neuro-onkologi di University Hospital Bonn yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menilai hasil penelitian ini memberikan peluang nyata bagi pasien dan dunia medis.

Menurut Herrlinger, astrocytoma derajat tinggi memiliki kemungkinan hampir 100% untuk kambuh, terus berkembang, dan pada akhirnya menjadi tidak dapat diobati. Hingga kini para peneliti juga belum mengetahui penyebab munculnya tumor tersebut.

“Tidak ada yang tahu mengapa penyakit ini menyerang seseorang tertentu,” ujarnya.

Karena itu, penelitian Platten memberi harapan baru. “Jika kita mampu menjaga sistem kekebalan tetap aktif secara permanen, maka ada harapan tumor dapat ditekan dalam jangka panjang,” katanya.

Studi lanjutan dimulai pada 2027

Meski demikian, Herrlinger maupun Platten sama-sama mengingatkan agar hasil penelitian ini tidak ditafsirkan secara berlebihan.

“Anda tidak bisa menarik kesimpulan yang kuat hanya dari 33 pasien,” kata Herrlinger. Menurutnya, langkah berikutnya harus berupa uji klinis acak dan terkontrol.

Studi lanjutan tersebut telah direncanakan. Penelitian yang akan melibatkan lebih dari 200 pasien dijadwalkan akan dimulai pada Maret 2027, kata Platten.

“Hari ini kita berbicara tentang periode sekitar sembilan tahun sebelum benar-benar memperoleh hasil yang dapat diandalkan dari penelitian tersebut,” ujarnya.

Baru setelah itu para peneliti akan mengetahui seberapa efektif vaksin ini sebenarnya, serta apakah pemberian dosis penguat (booster) dapat memperkuat respons sistem kekebalan tubuh.

Meski begitu, Platten menilai hasil penelitian saat ini sudah cukup untuk memunculkan optimisme yang perlu dipertimbangkan. “Harapan adalah sesuatu yang tidak pernah terlalu banyak dimiliki manusia,” katanya. (Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman/Diadaptasi dari bahasa Inggris oleh Rahka Susanto/Editor: Ayu Purwaningsih)/dw.com/id. [*]

*Julia Vergin Editor senior dan pemimpin tim Science online.


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas