Sindrom Bayi yang Terlupakan Bikin Anak Tewas Kepanasan di Dalam Mobil Bryce baru berusia sembilan bulan saat ia meninggal akibat serangan panas di dalam mobil
Oleh : Syaiful W Harahap | 09 Jul 2026, 10:33:20 WIB | 👁 48 Lihat Gaya Hidup
Keterangan Gambar : Di Italia, sejak tahun 2019, hanya kursi mobil anak yang dilengkapi dengan alarm pengingat terintegrasi yang diizinkan untuk digunakan oleh anak balita. (Foto: dw.com/id - Bernd Weißbrod/dpa/picture alliance)
RADARMEDAN.com - Kasus kematian Balita (bayi di bawah lima tahun) terjadi berulang kali karena orang tua mereka meninggalkan anaknya di dalam mobil yang panas. Hal ini terjadi bukan karena niat jahat, melainkan karena kelalaian fatal. Julia Vergin* melaorkannya untuk Deutsche Welle (DW, 30 Juni 2026).
Bryce baru berusia sembilan bulan saat ia meninggal akibat serangan panas di dalam mobil. Ibunya, Lyn Balfour, hari itu tidak membawanya ke tempat penitipan anak, melainkan membawanya ke tempat kerja dan melupakan sang anak di dalam mobil. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2007 di Amerika Serikat.
Sejak itu, ratusan bayi dan balita tercatat telah meninggal dunia karena hal serupa, beberapa hari lalu juga terjadi di Jerman.
Mobil dapat berubah menjadi jebakan maut dalam waktu singkat. Pada suhu luar 30 derajat dan paparan sinar matahari langsung, suhu di dalam mobil bisa mencapai 40 derajathanya dalam sepuluh menit dan setelah satu jam suhu di dalam mobil mencapai lebih dari 50 derajat Celsius.
Berikut grafik rincian temperatur dalam mobil berdasarkan temperatur udara luar (Außen):
Grafik : Perbandingan tempratur di luar dan di dalam mobil. (Sumber: dw.com/id)
"Hal ini berbahaya bagi siapa saja,” kata Nibras Naami. Ia adalah dokter spesialis kedokteran anak dan remaja serta dokter senior di Pusat Hematologi Anak di Herdecke, Jerman. "Seorang balita yang terikat di kursi anak tidak bisa melepaskan diri dari situasi tersebut,” jelasnya.
Pertengahan Juni, seorang anak berusia 20 bulan yang terlupakan di dalam mobil ditemukan meninggal akibat panas. Dalam sebuah postingan Instagram, Naami menjelaskan kemungkinan penyebabnya adalah "Forgotten Baby Syndrome” (Sindrom Bayi yang Terlupakan), yaitu kelalaian yang tidak disengaja - meninggalkan seorang anak di dalam mobil. Hal ini dapat terjadi pada orang tua yang berfungsi dengan baik secara kognitif, penuh perhatian, dan sangat mencintai anak-anak mereka.
Apa itu Sindrom Bayi yang Terlupakan?
Tentu saja ada juga kasus di mana orang tua mengabaikan anak-anak mereka dan karena itu membiarkan mereka terlalu lama di dalam mobil, kata dokter anak tersebut. Namun, para dokter dan psikolog yakin bahwa penjelasan tersebut tidak cukup untuk banyak kasus.
David Diamond adalah seorang psikolog yang telah bertahun-tahun meneliti bagaimana hal itu bisa terjadi: orang tua begitu saja melupakan anak-anak mereka.
Kasus bayi asal AS bernama Bryce di atas telah dijelaskan Diamond salam sebuah artikel ilmiah. Sang ibu, Lyn Balfour, didakwa telah melakukan pembunuhan yang menyebabkan kematian putranya. Dalam persidangan sana terungkap: Pada hari kematian Bryce, ada beberapa hal yang berbeda dari biasanya.
Balfour kurang tidur dan harus menangani krisis keluarga. Rutinitasnya pun tampak berbeda. Tas popok, yang biasanya jadi pengingat visual akan keberadaan bayi di dalam mobil, tidak diletakkan di tempat yang mudah terlihat, seperti kursi penumpang.
Semua hal tersebut, tulis David Diamond, memengaruhi memori prospektif, yang juga disebut memori niatan. Ini adalah memori untuk tindakan-tindakan yang akan dilakukan di masa depan. Contohnya bisa berupa minum obat sebelum tidur, menelepon kembali rekan kerja setelah makan siang, atau mampir ke supermarket dalam perjalanan pulang.
Diamond menjelaskan enam faktor yang mengganggu memori prospektif dan dapat menyebabkan kita melupakan rencana yang telah dibuat: kurang tidur, stres kronis atau akut, distraksi, multitasking, kurangnya alat bantu ingatan, dan rutinitas yang berjalan secara otomatis.
Faktor-faktor ini menyebabkan ketegangan batin, kata Rüya-Daniela Kocalevent, psikolog di Berlin. Jika ketegangan terlalu tinggi, bertindak secara rasional menjadi sangat sulit. "Kita kemudian bertindak secara impulsif atau mengandalkan 'autopilot',” kata Kocalevent. Akibatnya, tindakan yang sudah direncanakan pun terlupakan, seperti minum obat tepat waktu, menghadiri janji temu, hingga bayi yang masih duduk di dalam mobil.
Sengaja atau lalai: Kapan Sindrom Bayi yang Terlupakan mulai terdeksi?
"Kita tidak pernah bisa memastikan 100% apa yang ada di pikiran seseorang,” kata Kocalevent. Untuk menilai apakah orang tua secara sengaja telah membahayakan nyawa anak mereka dengan membiarkannya di dalam mobil yang panas berlebihan, para psikolog, antara lain, mengamati perilaku sebelumnya, riwayat pembelajaran, dan latar belakang orang tua tersebut. "Perilaku masa lalu merupakan salah satu cara untuk memprediksi perilaku di masa depan.”
Dengan demikian, hal ini menjadi cara paling tepat untuk menyimpulkan apakah penyimpangan dalam rutinitas atau faktor stres eksternal yang menjadi pemicu kesalahan fatal tersebut. Apakah perilaku tersebut dapat dijerat hukum, pada akhirnya akan diputuskan oleh pengadilan.
Dalam persidangan, tidak dapat dibuktikan bahwa Lyn Balfour bermaksud menyakiti putranya. Otaknya telah menyimpan ingatan yang dianggapnya kebenaran, meskipun hal itu tidak pernah terjadi: Bryce, seperti yang terjadi setiap harinya, berada di tempat penitipan anak yang aman. Ingatan yang nyata namun keliru. Hal seperti ini telah menjadi fokus psikologi kognitif selama beberapa dekade.
Kursi anak dengan sistem alarm cegah kelalaian
Setelah Nibras Naami memposting videonya tentang "Forgotten Baby Syndrome”, ia menerima banyak pesan. Para orang tua menceritakan bahwa hal serupa pernah terjadi pada mereka. "Seorang ibu menulis bahwa ia pernah meninggalkan bayinya yang baru berusia dua minggu di dalam mobil, setelah mengantar anak yang lebih besar ke taman kanak-kanak dan kembali ke rumah,” kata Naami. Ia segera menyadari kesalahannya dan saat itu cuaca sedang tidak panas, bayi tersebut dalam keadaan baik.
Italia tidak ingin mengandalkan keberuntungan. Sejak 2019, negara tersebut hanya mengizinkan babyseat (kursi anak) dengan sinyal alarm terintegrasi digunakan anak hingga empat tahun. Jika anak terlupakan di dalam mobil, orang tua akan menerima pesan pada ponsel mereka.
Di Jerman, memang belum ada peraturan serupa, namun banyak pilihan sistem alarm yang dapat dipasang orang tua pada kursi anak di mobil mereka.
Menaruh ponsel atau tas kerja di kursi belakang, atau menggunakan mainan bayi di kursi penumpang depan sebagai pengingat visual, adalah cara lain untuk mencegah "Forgotten Baby Syndrome” ini. Namun, tidak ada satu pun dari cara tersebut yang memberikan perlindungan seratus persen.
Tidak ada angka resmi mengenai seberapa sering orang tua melupakan anak-anak mereka di dalam mobil. "Forgotten Baby Syndrome” kemungkinan besar tidak menjelaskan setiap kasus tersebut. Pada akhirnya, kita akan berfokus pada seorang anak kecil yang telah meninggal dunia, kata psikolog Kocalevent. "Kita tidak boleh lupa: orang tua yang melupakan anaknya dalam mobil, jika memang itu adalah kelalaian yang tragis, akan menghadapi hukuman seumur hidup.” (Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman/Diadaptasi oleh Sorta Caroline/Editor: Yuniman Farid)/dw.com/id. [*]
*Julia Vergin Editor senior dan pemimpin tim Science online.
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .