Jannik Sinner Hadapi Novak Djokovic di Semifinal Grand Slam Tenis Wibledon 2026 Semifinalis lain petenis Inggris, Feri, berhadapan dengan petenis Jerman, Zverev
Oleh : Syaiful W Harahap | 09 Jul 2026, 06:04:34 WIB | 👁 647 Lihat Olahraga
Keterangan Gambar : Jannik Sinner. (Foto: wimbledon.com)
RADARMEDAN.com – Turnamen tenis akbar dunia yaitu grand slam Wimbledon (Inggris) 2026 memasuki babak semifinal.
Di jaring atas petenis Italia, Jannik Sinner, menghadapi petenis Serbia, Novak Djokovic. Semifinalis lain petenis Inggris, Arthur Feri, berhadapan dengan petenis Jerman, Alexander Zverev.
Sinner pemegang empat juara grand slam jadi unggulan nomor 1 dan peringkat 1 dunia ATP di turnamen ini, sedangkan Djokovid pemegang 24 juara grand slam unggulan nomor 7 dan peringkat 8 dunia ATP.
Djokovic juara di grand slam:
Australia Open: 10
French Open: 3
Wimbledon: 7 – rekor dipegang petenis Swiss: Roger Federer dengan 8 kali juara
US Open: 4
Sementara itu Sinner juara di:
Australia Open: 2
French Open: 0
Wimbledon: 1
US Open: 1
Sedangkan Feri belum pernah raih juara grand slam.
Sementara Zverev juara:
Australia Open: 0
French Open: 1
Wimbledon: 0
US Open: 0
Golden slam: 1 – juara tunggal putra tenis di Olimpiade Tokyo 2021 (seharusnya 2020 tapi terhambat pandemi Covid-19)
Jannik dan Djokovic berbeda usia, tapi pada lima pertandingan (putaran 1-4 dan perempat fina) di Wimbledon 2026:
Jika Djokovic menang pada Wimbledon 2026, maka dia menyamai rekor Federer yaitu 8. Rekor dunia pertama yaitu 20 juara grand slam dipegang oleh Federer yang kemudian dipecahkan oleh Djokovic dengan 24 gelar juara.
Wimbledon menyediakan hadiah uang tunai, untuk:
Juara tunggal putra dan putri masing-masing 3,6 juta pound sterling atau setara dengan Rp 85.189.680.000.
Runner-up tunggal putra dan putri masing-masing 1,8 juta pound sterling atau setara dengan Rp 42.594.840.000.
TABEL: Hadiah uang tunai Wimbledon 2026. (Foto: RADARMEDAN.com/Dok/Syaiful W Harahap)
Sepanjang karirnya di dunia tenis Sinner sudah mengumpulkan hadia sebesar 64.837.801 dolar AS setara dengan Rp 1.174.082.900.508, sementara Djokovic sebesar 193.469.262 dolar AS setara dengan Rp 3.503.341.396.296.
Bibit-bibit dengan talenta tenis tidak bisa lahir di Indonesia karena tenis adalah olahraga mahal yang hanya bisa diakses oleh kalangan menengah ke atas. Celakanya, bagi mereka tenis hanya sebagai olahraga yang bersifat permainan sehingga tidak muncul talenta. Hanya satu-satu yang muncul itupun tidak bisa menembus babak final turnamen tenis grand slam dunia
Sementara talenta tenis bisa saja di kalangan menengah ke bawah, tapi karena tidak ada akses maka talenta-talenta itu tenggelam seiring denga waktu. Maka, ini perlu jadi perhatian pemerintah, dalam hal ini dinas-dinas olahraga di pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang dipandu oleh Kemenpora.
(Sumber: bbc.com, wimbledon.com, atptour.com dan sumber lain). [*]
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .