Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Batu Bara Ibarat Bom Waktu Bermuara Ledakan AIDS
Kasus HIV/AIDS yang dilaporkan digambarkan sebagai puncak gunung es

Oleh : Syaiful W Harahap | 10 Jul 2026, 21:40:05 WIB | 👁 64 Lihat
Kesehatan
Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Batu Bara Ibarat Bom Waktu Bermuara Ledakan AIDS

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber: borgenproject.org)


Oleh: Syaiful W. Harahap*

RADARMEDAN.com - “Di balik rutinitas yang tampak biasa, Kabupaten Batu Bara menghadapi peningkatan kasus HIV yang patut menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 137 -naik 28 kasus dibanding periode sebelumnya.” Ini lead pada berita “Lonjakan Senyap di Batu Bara: Kasus HIV Tembus 137 dalam Empat Bulan” (sumutpos.jawapos.com, 28 April 2026).

Ada beberapa hal perlu diperhatikan pada judul dan lead berita di atas, antara lain:

Pertama, frasa ‘lonjakan senyap’ terkait dengan HIV/AIDS adalah bentuk penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal) di dalam dan di luar nikah, yang tidak disadari. Hal ini terjadi karena tidak ada tanda-tanda, gejala-gejala atau ciri-ciri yang khas AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan pada diri orang-orang yang tertular HIV sebelum masa AIDS (secara statistik terjadi antara 5-15 tahun jika tidak menjalani pengobatan dengan obat antiretroviral/ART).

Kedua, disebutkan ‘Januari hingga April 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 137.’ Pada epidemi HIV/AIDS kasus yang terdeteksi, dalam hal ini 137, bukan jumlah kasus riil di masyarakat karena epidemi HIV/AIDS erat kaitannya dengan fenomena gunung es.

Kasus HIV/AIDS yang dilaporkan atau terdeteksi digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut, sedangkan kasus HIV/AIDS yang tidak terdeteksi di masyarakat digambarkan sebagai bongkahan gunung es di bawah permukaan air laut (Lihat Gambar).

Gambar: Fenomena Gunung Es pada epidemi HV/AIDS. (Foto: Dok Pribadi/AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap)

Maka, warga Kab Batu Bara yang mengidap HIV/AIDS tapi tidak terdeteksi jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS secara horizontal di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.

Jika Pemkab Batu Bara tidak mempunyai program untuk menemukan warga pengidap HIV/AIDS yang belum terdeteksi, maka penyebaran HIV/AIDS di Batu Bara merupakan ‘bom waktu’ yang kelak bermuara jadi ‘ledakan AIDS.’

Ketiga, kasus yang terdeteksi, dalam hal ini 137, bukan hanya kasus baru yang terjadi pada periode Januari hingga April 2026 tapi juga kasus lama yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Secara medis tes HIV yang sesuai dengan standar prosedur operasi yang baku yaitu baru valid jika tes dilakukan setelah tertular minimal tiga bulan. Rentang waktu tertular sampai tiga bulan disebut masa jendela. Tapi, perlu diperhatikan: tiga bulan adalah dari terakhir melakukan hubungan seksual berisiko tertular HIV/AIDS.

Disebutkan dalam berita: Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batu Bara, Budi Junarman Sinaga, berdasarkan hasil skrining yang dilakukan secara intensif oleh tenaga kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Itu menunjukkan skrining yang pasif, artinya menunggu warga berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Bagai warga yang belum menunjukkan gejala terkait dengan AIDS tidak akan terdeteksi. Mereka jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat.

Disebutkan dalam berita: Di tengah tren yang meningkat, Dinas Kesehatan mengingatkan pentingnya langkah pencegahan -mulai dari perilaku hidup sehat, pemeriksaan dini, hingga edukasi yang berkelanjutan. Lebih dari itu, masyarakat juga diajak untuk mengedepankan empati, bukan stigma.

Frasa ‘perilaku hidup sehat’ adalah jargon moral yang tidak membumi.

Apa yang dimaksud dengan ‘perilaku hidup sehat’?

Tidak jelas.

Terkait dengan (risiko) tertular HIV/AIDS yang perlu dihindari adalah hubungan seksual yang berisiko, antara lain:

(1) Laki-laki dewasa pernah atau sering melakukan hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal), di dalam atau di luar nikah tanpa memakai kondom, dengan perempuan yang tidak diketahui status HIV-nya karena bisa saja perempuan tersebut mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS,

(2)  Laki-laki dewasa melakukan hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal), di dalam nikah tidak memakai kondom, dengan perempuan yang tidak diketahui status HIV-nya karena jika perempuan tersebut mengidap HIV/AIDS, maka ada risiko penularan HIV/AIDS,

(3) Laki-laki dewasa pernah atau sering melakukan hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal)  dengan perempuan yang sering ganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks karena bisa saja salah satu pekerja seks tersebut  mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS,

Perlu diketahui bahwa ada dua tipe pekerja seks, yaitu:

(a). Pekerja seks langsung adalah pekerja seks yang kasat mata yaitu pekerja seks yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan. Sekarang tidak ada lagi lokalisasi pelacuran karena sudah ditutup sejak reformasi tahun 1998. Sekarang ‘lokalisasi pelacuran’ pindah ke media sosial (Medsos).

(b). Pekerja seks tidak langsung adalah pekerja seks yang tidak kasat mata yaitu pekerja seks yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), pekerja seks high class, cewek prostitusi online, pekerja seks online, dan lain-lain. Transaksi secara dalam jaringan (Daring) dengan telepon seluler (Ponsel) sembarang waktu dengan eksekusi di sembarang tempat pula

(4)  Laki-laki dewasa melakukan hubungan seksual penetrasi (anal) tidak memakai kondom, dengan Waria, karena bisa saja salah satu Waria tersebut mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS.

Sebuah studi tahun 1990-an di Kota Surabaya, Jawa Timur, menunjukkan sebagian besar laki-laki pelanggan Waria adalah laki-laki yang mempunyai istri. Mereka menganggap seks anal tidak menodai cinta dengan istrinya karena penis tidak ke vagina.

(5) Perempuan dewasa pernah atau sering melakukan hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal), di dalam atau di luar nikah dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom, dengan laki-laki yang tidak diketahui status HIV-nya karena bisa saja laki-laki tersebut mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS,

(6)  Perempuan dewasa melakukan hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal), di dalam nikah dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom, dengan laki-laki yang tidak diketahui status HIV-nya karena jika laki-laki tersebut mengidap HIV/AIDS, maka ada risiko penularan HIV/AIDS,

(7)  Perempuan dewasa melakukan hubungan seksual penetrasi (anal) dengan Waria dengan kondisi Waria tidak memakai kondom, karena bisa saja salah satu Waria tersebut mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS.

(8) Perempuan dewasa pernah atau sering melakukan hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal) dengan gigolo, karena bisa saja gigolo tersebut  mengidap HIV/AIDS sehingga ada risiko penularan HIV/AIDS.

Jika ada warga Batu Bara yang pernah atau sering melakukan salah satu atau beberapa perilaku seksual berisiko di atas, sebaiknya segera ke Puskesmas atau rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk konseling HIV/AIDS.

Bisa saja seseorang yang sudah tertular HIV/AIDS tidak menunjukkan tanda-tanda, ciri-ciri atau gejala-gejala terkait AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan. Tapi, kalau pernah atau sering melakukan perilaku seksual berisiko di atas, maka ada risiko besar sudah tertular HIV/AIDS. [*]

*Syaiful W. Harahap adalah penulis buku: (1) PERS meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan dan The Ford Foundation, Jakarta, 2000 (ISBN 979-416-627-8); (2) Kapan Anda Harus Tes HIV?, LSM InfoKespro, Jakarta, 2002 (ISBN 979-96905-0-1); (3) AIDS dan Kita, Mengasah Nurani, Menumbuhkan Empati, tim editor, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2014 (ISBN 978-602-231-192-8); (4) Menggugat Peran Media dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, YPTD, Jakarta, 2022 (ISBN 978-623-5631-25-7); (5) 70 Tahun Syaiful W. Harahap Sepanjang Karir Menggeluti Berita HIV/AIDS (IWP MEDIA PUBLISHING, Jakarta, 2025 – QRCBN 62-6099-2529-730). (Kontak via e-mail: infokespro@yahoo.com).


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas