Ini Penjelasan Pangdam dan Kapolda Soal Bentrok TNI dan Polisi di Tarutung
Oleh : Radar Medan | 28 Feb 2020, 18:55:58 WIB | 👁 3184 Lihat Umum
RADARMEDAN.COM - Kodam I/BB dan Polda Sumut saat ini terus berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani bentrokan antara prajurit TNI dan Polri di Kabupaten Tapanuli Utara agar tidak berbuntut panjang.
Hal itu disampaikan Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah bersama Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin Siregar saat memberikan penjelasan kepada wartawan di Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (28/2).
‘’Saya sangat menyesali kejadian ini, selaku Pangdam, saya minta maaf, tidak hanya kepada Polda saja, tapi kepada semua masyarakat,’’ ungkap Mayjen TNI MS Fadhillah. Jajaran Kodam I/BB sudah lakukan tindakan pencegahan agar tidak membesar.
‘’Alhamdulilah sampai tadi pagi suasana sudah kondusif. Kodam mengirim Asintel, Denpom, Korem, Kodim dan Danyon setempat untuk mengendalikan situasi bersama-sama jajaran Polda,’’ sebut Pangdam.
Pangdam menyebutkan insiden ini bukan dari institusi melainkan dari oknum. Karena, TNI-Polri sudah menjaga solidaritas dan sinergitas.
‘’Tentu kita sudah koordinasi dengan Kapolda untuk tindakan ini. Kita semua menyesali. Saya yakini ini semua karena oknum bukan institusi. Secara institusi seharusnya dan kewajiban kita menjaga solidaritas dan sinergitas,’’ ujar Pangdam.
Pangdam MS Fadhillah juga menyebutkan, pasca kejadian ini pihaknya telah mengambil langkah-langkah yakni melakukan mediasi kepada pihak terkait.
“Saya sudah melapor kepada pimpinan. Hari ini kita lakukan yang pertama mediasi kepada pihak-pihak supaya tidak ada kelanjutan,’’ ujarnya.
Kemudian, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap anggota Bataliyon Infantri 123 yang melakukan penyerangan terhadap anggota Polantas dan Mapolsek Pahae Jahe.
‘’Proses sedang berlanjut, berikan waktu karena pemeriksaan ini tidak bisa cepat-cepat. Tapi saya yakin siapa yang salah pasti kita tindak tegas,’’ tandas Pangdam.
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah juga memerintahkan anggota TNI yang melakukan penyerangan itu untuk menemui anggota polisi tersebut.
‘’Anggota saya perintahkan bertemu dengan korban untuk minta maaf, Polsek yang dirusak agar Danyon memperbaiki,’’ ucapnya. Sementara, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin Siregar juga mengaku insiden ini terjadi hanya kesalahapahaman.
‘’Ini hanya salah paham, kemacetan ini mereka tidak tahu, dikira ada razia rupanya truk terguling. Sebenarnya ini salah bahasa, bahasa yang dipersepsikan berbeda. Kemari malam kita bicara dengan Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolres. Saya pastikan itu kesalahpahaman,’’ kata Kapolda.
Seperti diketahui, bentrokan yang terjadi Kamis (27/2) siang tersebut terjadi saat Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot S Nababan bersama anggota mengatur lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera titik Tarutung-Sipirok, Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara yang macat dikarenakan terjadi kecelakaan tunggal sebuah truk fuso.
Saat itu datang sebuah mobil dari arah Sipirok menuju Tarutung yang ditumpangi Komandan Kompi (Danki) A Batalyon Infanteri 123 Rajawali Kapten Infanteri Ridwan.
Mobil yang dikendarai Danki berusaha lewat di tengah kondisi macet, Kapolsek menegur hingga terjadi adu mulut dan memancing pihak lain yang sedang membantu mengurai kemacetan.
Keributan pun dilerai oleh petugas Bhabinsa dari Koramil setempat yang juga berada di lokasi. Kedua pihak yang bertikai kemudian dibawa untuk ditenangkan.
Tiba-tiba, sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah petugas diduga oknum TNI datang ke lokasi, dan bentrokan terjadi. Akibatnya, 5 polisi dan seorang warga mengalami luka-luka.
Korban luka akibat bentrokan tersebut antara lain Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot S Nababan dan tiga personelnya, Aipda David Marganti Simatupang, Brigadir Dodi Sianturi dan Brigadir Ricardo Sitompul.
Lalu, dua personel dari Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, Kapos Lantas Polsek Sipirok Ipda Bangun Siregar, Aiptu Velberik Sitompul, dan satu warga yang kebetulan sedang melintas juga mengalami luka-luka.
Setelah bentrok, sejumlah orang yang diduga oknum TNI kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke arah Tarutung. Di tengah perjalanan, tepatnya di depan Mapolsek Pahae Julu, mereka turun dan merusak markas polisi tersebut. (m46)(Waspada)/PE
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .