PGI Soroti Ancaman TPPO terhadap Pekerja Migran, Gereja Diminta Jadi Suara bagi yang Tertindas
Oleh : Radar Medan | 07 Sep 2026, 15:46:31 WIB | 👁 57 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Sharing Meeting “Gereja dan Pekerja Migran” yang berlangsung di GKPS Paniel, Jalan Pdt. J. Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Senin (7/9/2026).
RADARMEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyoroti ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dapat membayangi pekerja migran. Gereja diminta tidak hanya hadir ketika persoalan sudah terjadi, tetapi ikut mengambil peran dalam memberikan edukasi, melakukan pencegahan hingga mendampingi pekerja migran.
Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon, melalui teleconference dalam Sharing Meeting “Gereja dan Pekerja Migran” yang berlangsung di GKPS Paniel, Jalan Pdt. J. Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur gereja, pemerintah, kepolisian, organisasi masyarakat sipil dan sejumlah lembaga mitra untuk membahas migrasi aman, perlindungan pekerja migran serta upaya pencegahan TPPO.
Menurut Lenta, keinginan bekerja ke luar negeri umumnya didorong harapan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, pekerja migran juga menghadapi berbagai risiko apabila proses keberangkatan dan penempatan tidak dilakukan sesuai ketentuan.
Mulai dari penipuan, eksploitasi, kekerasan, perlakuan tidak manusiawi hingga perdagangan orang.
Karena itu, menurut PGI, gereja mempunyai peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar sebelum mengambil keputusan bekerja ke luar negeri.
“Gereja tidak boleh hanya hadir sebagai penghibur ketika seseorang mengalami persoalan. Gereja juga dipanggil menjadi suara kenabian yang membela hak-hak mereka yang tertindas,” ujar Lenta.
Ia menegaskan, pelayanan kepada pekerja migran tidak semestinya dipandang hanya sebagai persoalan sosial.
“Pelayanan gereja terhadap pekerja migran bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga bagian dari panggilan iman dan kesaksian gereja di tengah dunia,” katanya.
PGI memandang isu hak asasi manusia sebagai salah satu perhatian penting dalam pelayanan gereja. Dalam konteks pekerja migran, penghormatan terhadap hak dan martabat manusia harus menjadi bagian dari upaya pencegahan eksploitasi.
GKPS: Gereja Harus Bergerak Sebelum Masalah Terjadi
Ephorus GKPS, Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc., mengatakan gereja tidak boleh menunggu sampai masyarakat menjadi korban baru memberikan pendampingan.
Menurutnya, gereja harus mengambil langkah sejak dari tahap edukasi.
“Gereja tidak hanya hadir ketika persoalan sudah terjadi, tetapi juga harus memberikan edukasi, membangun kesadaran, melakukan pencegahan, dan memberikan perlindungan,” ujarnya.
John Christian mengatakan gereja juga perlu memperkuat jejaring lintas wilayah. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu penyebaran informasi mengenai migrasi aman kepada jemaat dan masyarakat.
Pelayan gereja, pemuda hingga jemaat juga perlu dibekali pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat dihadapi pekerja migran.
“Kami berharap gereja semakin mampu hadir untuk mencerahkan, mengajarkan, melindungi, dan memperjuangkan martabat manusia serta menolak segala bentuk eksploitasi,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar, Robert Samosir, saat ditemui dihalaman gereja, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga.
Menurutnya, pelindungan pekerja migran tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah daerah perlu membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, imigrasi serta lembaga penempatan dan pelatihan.
Robert juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menerima tawaran bekerja di luar negeri.
“Kita harus memastikan apakah perusahaan atau lembaga penempatan tersebut benar-benar resmi dan legal. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, imigrasi, dan lembaga penempatan,” katanya.
Ia juga mengingatkan persoalan dokumen dan visa.
“Jangan sampai masyarakat berangkat ke luar negeri dengan alasan tertentu, tetapi kemudian bekerja tanpa dokumen dan visa kerja yang sesuai. Hal seperti ini harus kita waspadai bersama,” ujarnya.
Sharing Meeting tersebut turut menghadirkan perwakilan Pemerintah Pemko Pematangsiantar, perwakilan Polda Sumatera Utara, Kasubdit III Ditres PPA/PPO AKBP Deddi Zunaedi H., S.E., serta Kanit PPA Polres Pematangsiantar Ipda Danu Siregar.
Sejumlah organisasi dan lembaga juga hadir, di antaranya PGI Sumut, HKI, CGN Pematangsiantar, HKBP, GTDI, UEM Regional Asia, LBH Zatun GKPS, GKI Sumut, Organisasi Mitra Perempuan dan WCC GBKP, perwakilan GKLI, GBKP, GMI, BNKP, GMB, serta unsur pemerintah dan media.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi. Jejaring antara gereja, pemerintah, kepolisian dan organisasi masyarakat sipil didorong dapat diterjemahkan dalam langkah konkret.
Terutama dalam memberikan informasi migrasi aman, memastikan masyarakat memahami prosedur keberangkatan dan penempatan, serta membuka akses pendampingan bagi pekerja migran yang menghadapi persoalan.
Bagi PGI, gereja memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri bersama kelompok yang rentan.
Bukan hanya ketika persoalan telah terjadi, tetapi sejak masyarakat mulai mengambil keputusan untuk bekerja dan mencari penghidupan di luar negeri.(Jait)/pe
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .