Apakah Lima Wartawan yang Hilang Kontak di Selat Sunda Pakai Jaket Pelampung?
Apakah kapal yang mereka sewa mempunyai radio komunasi?

Oleh : Syaiful W Harahap | 10 Sep 2026, 16:23:29 WIB | 👁 108 Lihat
Nasional
Apakah Lima Wartawan yang Hilang Kontak di Selat Sunda Pakai Jaket Pelampung?

Keterangan Gambar : Lima wartawan yang hilang kontak saat akan liputan ke Gunung Anak Krakatau dan saat ini masih dalam pencarian (Foto: kompas.com/Istimewa)


RADARMEDAN.com – Beberapa hari ini media massa (surat kabar, radio dan TV) serta media siber terus-menerus memberitakan perihal lima wartawan dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak sejak Senin, 7/9/2026, pukul 14.42 WIB.

Lokasi hilang kontak pada koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52" Lintang Selatan dan 105°40'49.48" Bujur Timur. Ini berjarak sekitar 9,98 mil laut atau 16,1 km dari daratan. Sedangkan jarak dermaga temat kapal bertolak ke Gunung Anak Krakatau antara 40-42 km.

Letak gegrafis
gugusan Gunung Krakatau di Selat Sunda (Sumber: tantristory.files.wordpress.com)

Kapal Cepat Arupadhatu 1 yang ditumpangi lima wartawan tersebut disebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada 7/9/2026, pukul 14.00 WIB.

Pencarian sampai hari Kamis, 10/9/2026, pukul 15.00 belum membuahkan hasil.
Gambar-gambar yang disiarkan stasiun TV nasional dan media menunjukkan lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kotak di Selat Sunda tidak memakai pelampung penyelamat (life jacket).

Ada kewajiban penumpang kapal jarak dekat, seperti feri dan kapal wisata yang beroperasi di sekitar pantai yang diatur Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 25 Tahun 2015. Wartawan dan awak kapal juga memakai pakaian kasual yang tidak mendukung jika terlempar ke laut.   

Dalam keterangan pemilik kapal, melihat bentuknya lebih tepat disebut speedboat, tidak disebutkan apakah speedboat tersebut dilengkapi dengan radio komunikasi. Telepon seluler (Ponsel) tidak bisa diandalkan karena keterbatasan jangkauan sinyal sehingga tidak bisa diandalkan untuk mengirim pesan SOS jika terjadi kendala di laut.

Di Pasal 1 ayat 8 pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 4 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi-Pelayaran dan Pelayanan Tata Kelola Lalu Lintas Kapal di Perairan Indonesia, disebutkan: Stasiun Radio Kapal adalah stasiun bergerak dalam Dinas Bergerak Pelayaran yang ditempatkan di kapal yang tidak tertambat secara tetap kecuali stasiun sekoci penolong.

Pasal 40 Sarana Stasiun Radio Kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a terdiri atas: a. radio marine; b. emergency position indicating radio beacons (EPIRBs); c. AIS; d. Navigational Telex (Navtex) receiver, e. perangkat komunikasi satelit; dan f. radar marine.

Pasal 42 (1) Radio very high frequency (VHF) marine sebagai mana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1) huruf a dan radio portable very high frequency (VHF) marine sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1) huruf b, wajib digunakan pada kapal di Area Pelayaran Al (Sea Area A l). Area pelayaran A1 (Sea Area A1) merupakan wilayah perairan laut yang berada di dekat pantai dalam jangkauan radiotelepon VHF dengan pengawasan DSC (Digital Selective Calling) secara terus-menerus.

Transpotasi maritim atau laut bergantung pada radio sebagai sarana komunikasi dan navigasi yang diperlukan, termasuk radio pantai dan mercu suar untuk keselamatan pelayaran.

Dari aspek jurnalistik tidak ada urgensi mendekati Gunung Anak Krakatau untuk membuat berita atau reportase karena bahan, berupa informasi, data dan foto bisa diperoleh dari instansi terkait, dalam hal ini BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Lagi pula dengan kondisi Gunung Anak Krakatau yang sedang aktif ada bahanya yang mengancam pelayaran, seperti guguran lahar dan debu. Untuk itu sejatinya wartawan yang disebut meliput letusan gunung tersebut konsultasi dengan BMKG dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Tanpa ada ‘lampu hijau’ dari instansi terkait adalah cara-cara yang tidak menghargai keselamatan jika tetap berlajar ke area Gunung Anak Krakatau.

Hanya saja BMKG perlu lebih arif dan bijaksana menyebut radius berbahaya dari Gunung Anak Krakatau karena adalah hal yang mustahil mengukur jarak 3 km dari puncak gunung tersebut. Sejatinya, BMKG menempatkan pelampung dengan lampu suar sebagai tanda batas bahaya.

Riwayat letusan Gunung Krakatau (dari berbagai sumber):

  • 535: letusan purba
  • 26–27 Agustus 1883: letusan yang menimbulkan tsunami dengan 36.000 korban jiwa
  • 1927–1928: letusan yang ‘melahirkan’ Gunung Anak Krakatau
  • 22 Desember 2018: erupsi Gunung Anak Krakatau
  • 24 April 2022, Gn Anak Krakatau memuntahkan awan abu vulkanik sejauh 3.000 meter ke angkasa
  • Agustus-September 2026: erupsi Gunung Anak Krakatau

Erupsi terakhir ini menyebarkan debu di kawasan Jawa Barat dan Jakarta yang membuat penerbangan dibatalkan dan beberapa Bandara ditutup pada jangka waktu tertentu. Sekolah juga menerapkan PJJ (pembelajaran jarak jauh) secara daring (dalam jaringan) beberapa hari di awal September 2026.

Gugusan Gunung Krakatau ada di Selat Sunda yang merupakan jalur pelayaran ramai, baik penyeberangan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya juga pelayaran internasil dari Samudra Indonesia ke Laut China Selatan (dari berbagai sumber). [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas