Puluhan Satpam USU Geruduk Gereja Oikoumene Jelang Musyawarah, Jemaat Melawan
Oleh : Radar Medan | 10 Jun 2026, 18:55:56 WIB | 👁 89 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Puluhan petugas keamanan (Satpam) dan staf Biro Aset USU ‘menggeruduk’ gedung POUK Gereja Oikoumene (Chapel USU) di Jalan Dr. Sumarsono pada Rabu (10/6/2026) sore.
RADARMEDAN.COM - Tindakan arogansi dan minim empati kembali dipertontonkan oleh pihak Universitas Sumatera Utara (USU). Puluhan petugas keamanan (Satpam) dan staf Biro Aset USU ‘menggeruduk’ gedung POUK Gereja Oikoumene (Chapel USU) di Jalan Dr. Sumarsono pada Rabu (10/6/2026) sore.
Dalihnya sekadar konfirmasi pengosongan gedung, namun mereka datang beramai-ramai seolah ingin menebar intimidasi kepada jemaat.
?Ironisnya, aksi unjuk kekuatan ini dilakukan hanya sehari sebelum jadwal audiensi resmi antara pihak gereja dan rektorat yang telah disepakati akan digelar pada Kamis (11/6/2026).
?Tim LBH Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumut, Egbertus Jiwa Budiman, SH. MH dan Dedy Mauritz Simanjuntak, SH. MH yang berada di lokasi langsung memasang badan dan mengecam keras tindakan tersebut.
Ketegangan tak terhindarkan saat perwakilan gereja mempertanyakan niat di balik pengerahan tim Satpam kampus USU.
?"Datang beramai-ramai hanya untuk konfirmasi adalah bentuk nyata arogansi kampus. Besok kita sudah sepakat untuk musyawarah dengan rektorat. Kenapa kalian datang bergerombol begini? Ini sama saja tidak menghormati iktikad baik penyelesaian masalah," hardik Egbertus di hadapan staf Biro Aset USU.
?Bangunan Hasil Keringat Jemaat, Bukan Aset USU
?Polemik ini bermula dari surat peringatan ketiga (SP3) tertanggal 5 Juni 2026 yang diteken oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis USU, Muhammad Anggia Muchtar. Surat tersebut memaksa jemaat untuk mengosongkan gereja dengan dalih renovasi dan revitalisasi.
?Namun, pihak jemaat menolak keras klaim sepihak tersebut. Secara historis, gedung Chapel USU didirikan pada tahun 1986 murni dari jerih payah, keringat, dan dana umat, tanpa sepeser pun bantuan resmi dari institusi USU. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pun tercatat atas nama perorangan.
?Egbertus menegaskan bahwa hukum perdata di Indonesia menganut asas pemisahan horizontal antara hak atas tanah dan bangunan.
"Tolong bedakan antara tanah dan bangunan. Tidak ada satu pun bukti USU mendanai pembangunan ini. Bangunan ini adalah milik jemaat!" tegasnya.
?Selain upaya pengambilalihan paksa, rektorat juga dituding melakukan tindakan sabotase dengan mengesahkan pengurus Persekutuan Iman Umat Kristen (PIWK) baru yang hanya berjumlah tujuh orang, tanpa musyawarah dan tanpa sepengetahuan jemaat luas dan majelis POUK ISU.
?Menghadapi tekanan ini, Jemaat Gereja Oikoumene menyatakan pantang mundur.
"Kami menolak keras pengosongan paksa dan penutupan gereja. Mari kedepankan musyawarah mufakat sesuai nilai Pancasila, bukan dengan cara-cara memaksa menggunakan tangan institusi," pungkas Dedy Mauritz Simanjuntak.
?Sikap tegas dari perwakilan jemaat dan LBH MUKI akhirnya membuat nyali tim Biro Aset dan Satpam USU ciut.
Sekitar pukul 15.20 WIB, rombongan kampus tersebut terpaksa putar balik dan meninggalkan kawasan gereja tanpa membuahkan hasil.
Jemaat kini menuntut Rektor USU, Prof. Muryanto Amin, untuk segera turun tangan dan menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap kebebasan beribadah mereka.(HM)
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .