Bitcoin Tembus Support Penting, Siap Turun ke 50.000 Dolar AS? Pergerakan ini membuat BTC kembali berada di bawah level psikologis 60.000 dolar AS
Oleh : Syaiful W Harahap | 13 Jul 2026, 11:46:13 WIB | 👁 82 Lihat Ekonomi
Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber: TokoCrypto)
RADARMEDAN.com - Harga Bitcoin kembali melemah dalam 24 jam terakhir, seiring meningkatnya tekanan dari faktor makroekonomi global dan pelemahan di pasar aset berisiko. Bitcoin tercatat turun sekitar 3,13% ke level 59.695,46 dolar AS pada Jumat (26/6/2026) pukul 13:00 WIB. Pergerakan ini membuat BTC kembali berada di bawah level psikologis 60.000 dolar AS, setelah sempat menyentuh area terendah harian di kisaran 58.000 dolar AS.
Pelemahan Bitcoin terjadi di tengah respons pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Mei tercatat naik 4,1% secara tahunan, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Data tersebut kembali memicu kekhawatiran bahwa The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila tekanan inflasi tidak mereda.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan tekanan terhadap Bitcoin saat ini tidak hanya berasal dari faktor teknikal, tetapi juga dari sentimen makro yang lebih luas. “Pelemahan Bitcoin terutama dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Ketika inflasi AS kembali panas, ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi semakin kecil. Kondisi ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto,” ujar Fyqieh.
Menurut Fyqieh, Bitcoin saat ini bergerak sangat sensitif terhadap dinamika pasar tradisional. Korelasi Bitcoin dengan indeks saham seperti S&P 500 yang tinggi menunjukkan bahwa BTC masih diperlakukan sebagai aset berisiko yang sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga dan likuiditas global. Tekanan Likuidasi Selain tekanan makro, penurunan Bitcoin juga diperparah oleh likuidasi posisi leverage di pasar derivatif. Pelemahan harga yang menembus level 60.000 dolar AS memicu likuidasi posisi long dalam jumlah besar, sehingga tekanan jual semakin meningkat.
“Level 60.000 dolar AS merupakan area psikologis penting bagi pasar. Ketika level ini ditembus, banyak posisi leverage yang ikut tertekan. Hal ini menciptakan efek berantai berupa forced selling, sehingga penurunan harga menjadi lebih cepat,” jelas Fyqieh. Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini berada dalam kondisi oversold pada jangka pendek. Meski demikian, tekanan bearish masih cukup kuat selama BTC belum mampu kembali menembus area resistance 61.000 hingga 62.000 dolar AS.
Fyqieh menilai area 58.000 dolar AS menjadi level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam waktu dekat. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka. “Jika BTC mampu mempertahankan area 58.000 dolar AS, potensi technical rebound atau short squeeze ke area 61.000 dolar AS masih mungkin terjadi. Namun, apabila level tersebut gagal dipertahankan, risiko koreksi lanjutan menuju 55.000 dolar AS perlu diantisipasi,” tambahnya.
Volatilitas pasar juga diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek, terutama dengan adanya agenda quarterly options expiry pada 26/7/2026. Nilai kontrak opsi Bitcoin yang jatuh tempo dalam jumlah besar dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam, baik ke atas maupun ke bawah. Meski tekanan jangka pendek masih dominan, Fyqieh menilai prospek Bitcoin dalam jangka menengah tetap bergantung pada kombinasi faktor makro, arus dana institusional, serta stabilisasi pasar derivatif.
Arus Dana ETF Bitcoin Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah arus dana ETF Bitcoin spot. Jika outflow mulai mereda dan kembali berubah menjadi inflow, hal tersebut dapat menjadi sinyal awal kembalinya minat investor institusional. “Pasar saat ini berada dalam fase rapuh, tetapi bukan berarti tidak ada peluang pemulihan. “Kuncinya ada pada stabilisasi sentimen makro, meredanya tekanan likuidasi, dan kembalinya arus dana institusional. Selama Bitcoin belum mampu merebut kembali area resistance utama, investor tetap perlu berhati-hati dan mengelola risiko dengan disiplin,” tutup Fyqieh.
Secara umum, tekanan terhadap Bitcoin mencerminkan kombinasi antara sentimen makro yang memburuk, ekspektasi suku bunga tinggi, serta unwinding leverage di pasar kripto. Dalam jangka pendek, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati respons harga di area 58.000 dolar AS sebagai support utama dan area 61.000 - 62.000 dolar AS sebagai resistance terdekat. [*]
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .